Bagi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, saya yakin nama lokasi wisata Watu Ireng Sudah tidak asing lagi di telinga. Tetapi saya yakin pula sebagian masyarakat banyak yang belum pernah kesana, salah satunya saya.
Walau sudah beberapa tahun belakangan ini wisata Watu Ireng makin populer namun baru kali ini saya menjelajah ke lokasi wisata yang terkenal akan keindahan batu besar dengan warna hitam ini. Padahal bisa dikatakan saya salah satu kategori orang yang hobi bertualang.
Setelah ngomongin tentang wisata Watu Ireng rasanya kurang afdol kalo saya gak berbagi pengalaman tentang review lokasi Watu Ireng ini.
Oke kita mulai reviewnya,
jika kita hendak ke Watu Ireng, terlebih dahulu kita bikin patokan atau bahasa Pekalongannya ancer-ancer.
jika dari pantura atau Pekalongan bagian utara, hendaknya kita terlebih dahulu menuju Kajen, dari perempatan Kajen terus ke selatan menuju Kandangserang.
Di sepanjang jalan kita akan melewati jalanan dengan pemandangan yang cukup asri, namun karena beberapa bulan ini ada proyek jalan tol yang sebagian material tanahnya diambil dari sini, otomatis di beberapa titik jalan agak rusak parah. Namun setelah melewati lokasi pengerukan tanah jalan kembali aspal halus.
Dalam perjalanan menuju Kandang Serang kita akan melewati beberapa tempat wisata yang cukup terkenal diantaranya curug Blanten dan wana wisata Sikujang.
Namun jika tujuan utama kita ke Watu Ireng jadi kita harus fokus meneruskan perjalanan hingga ke Watu Ireng, namun jika ada waktu luang dan tidak terburu-buru gak ada salahnya kita mampir sebentar untuk sekedar ngopi di tempat wisata tersebut, toh gak ada salahnya memasukan dua destinasi wisata tersebut dalam satu kali perjalanan, pepatah lamanya sekali gayung dua tiga pulau terlampui. Hehee...
Oke kita lanjut lagi reviewnya, setalah melakukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kajen, kita akan sampai di gang menuju lokasi wisata Watu Ireng, gang tersebut ada di sebelah kanan jalan dengan gapura berwarna putih dengan tulisa "selamat datang objek wisata Watu Ireng" dan sebagai patokannya gang tersebut berada sekitar 1km sebelum pasar Kandang Serang, jadi kalo kita tiba-tiba sampai di pasar, berarti bisa dipastikan kita kebablasan.
Setelah masuk gang kita cukup mengikuti jalan kampung yang sudah beraspal rapi, banyak petunjuk jalan disetiap tikungan atau pertigaan. Jadi setelah masuk gang kita gak perlu was-was tersesat. Walaupun gang tersebut memasuki perkampungan dan kebun penduduk namun jalan ini cukup ramai oleh wisatawan yang ingin berkunjung ke Watu Ireng. So, tak perlu risih atau malu-malu saat memasuki perkampungan.
Setelah berkendara sekitar 5 menit dari gang, kita akan sampai di lokasi yang kita tuju, yaitu lokasi wisata Watu Ireng. Sesampainya di lokasi, terlebih dahulu kita parkirkan kendaraan kita ke lokasi parkir yang telah tersedia.
Oiya untuk akses jalan dari gang menuju lokasi ini, menurut perhatian saya pribadi tidak cocok membawa kendaraan roda empat atau lebih, karena setelah saya perhatikan selama perjalanan masuk gang saya tidak berpapasan dengan mobil, bahkan jalan dan lokasi parkir tidak diperuntukan untuk mobil. Dan sebagai saran saja, sebaiknya kalo kesini jangan membawa kendaraan roda empat.
Tapi jika ada akses lain untuk kendaraan roda empat mungkin itu bisa saja, mungkin saja saya tidak tau infonya.
Setelah parkir, kita langsung menuju ke loket penjualan tiket yang berada tak jauh dari tempat parkir.
Setelah membeli tiket perjalanan kita dilanjutkan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang sudah dibeton rapi.
Untuk masalah snack atau makanan, disini banyak warung yang menjajakan makanan mulai dari makanan ringan sampai makanan berat seperti mie ayam, bakso, nasi dll.
Untuk masalah mck, disini juga terdapat beberapa toilet umum yang tak dijaga, yang artinya membayar seiklhasnya.
Setelah berjalan tak lebih dari 5 menit kita akan sampai di gapura selamat datang yang warna-warni, yaitu batas jalan dengan batu yang berwarna hitam, artinya setelah kita memasuki gerbang ini kaki kita sudah mulai menginjak batu hitam.
Setelah memasuki gerbang sebenarnya kita sudah sampai di titik kordinat tempat yang kita tuju, karena hakekatnya kita sedang ingin mendatangi batu hitam yang dimaksud, tapi untuk menarik minat pengunjung pengelola disini sengaja menambah nilai eksotik di beberapa titik, diantaranya di beberapa tanjakan diberi nama yang unik-unik, dibangun pula gasebo/gardu pandang untuk sekedar berfoto atau berteduh, dibangun pula spot-spot untuk berfoto. Jadi saat kita sampai di lokasi kita tidak akan jenuh dan cepat bosan.
Seperti apa spot-spot menarik yang sedang ngehits di media sosial, berikut foto-foto kami saat mengunjungi Watu Ireng:
Tips dan Info Lengkap Wisata Watu Ireng
• jika kita hendak berencana ke lokasi wisata ini hendaknya persiapkan fisik dan stamina yang baik, karena perjalanan menuju kesana dirasa cukup melelahkan, memakan waktu sekitar 1 jam lebih 15 menit dari perempatan Kajen.
• kondisi kendaraan yang kita bawa juga harus prima, karena selain jalan yang berliku dan menanjak, kondisi jalan di beberapa titik juga cukup rusak parah. Bahkan pengalaman kami kemarin ban motor kami sempat bocor, untung tak jauh dari lokasi ada bengkel motor.
• walau jalur menuju lokasi wisata ini bukan termasuk jalur KTL (kawasan tertip lalu lintas) menggunakan helm dan standar berkendara hukumnya wajib, demi keselamatan kita bersama, jangan lupa juga bawa jas hujan karena kawasan pegunungan cenderung sering hujan jika sudah lewat jam 12 siang.
• sebaiknya jangan membawa kendaraan roda empat karena sepanjang pantauan saya, tidak rekomended untuk kendaraan roda empat, karena faktor kondisi jalan dan area parkir. Jika hendak membawa kendaraan roda empat sebaiknya cari informasi lagi yang lebih datail.
• bawa uang cash secukupnya karena dilokasi tidak ada mesin ATM, jika lupa sebaiknya tarik tunai di pasar Kajen. Karena setelah itu sepanjang jalan kita tidak akan melewati mesin ATM lagi. Sementara di lokasi banyak warung-warung makan yang harganya relatif murah masih standar pasaran, so jika kesini bawa uang cash hukumnya wajib dan tak perlu repot-repot bawa bekal dari rumah.
• untuk harga tiket masuk relatif cukup murah dan masih terjangkau yaitu Rp 5.000,-
• untuk masalah keamanan dilokasi banyak didirikan pagar-pagar pembatas, sebaiknya jangan selfie-selfie yang terlalu ekstrim.
• untuk sinyal handphone, sepengalaman saya yang memakai indosat, disana sinyal sangat susah, tapi kalau provider lain saya kurang tau.
• untuk perjalanan pulang sebaiknya pulang sebelum jam 4 sore, untuk menghindari kemalaman di jalan.
• dan seperti biasa jangan lupa buang sampah pada tempatnya demi kebersihan dan keindahan lokasi wisata ini dan tentunya demi kenyamanan kita bersama.
Mungkin ini dulu review perjalanan ke Watu Ireng yang bisa saya jabarkan, kurang lebihnya maaf dan termakasih.
Ahmad Pajali Binzah
March 30, 2018
New Google SEO
Bandung, IndonesiaWalau sudah beberapa tahun belakangan ini wisata Watu Ireng makin populer namun baru kali ini saya menjelajah ke lokasi wisata yang terkenal akan keindahan batu besar dengan warna hitam ini. Padahal bisa dikatakan saya salah satu kategori orang yang hobi bertualang.
Setelah ngomongin tentang wisata Watu Ireng rasanya kurang afdol kalo saya gak berbagi pengalaman tentang review lokasi Watu Ireng ini.
Oke kita mulai reviewnya,
jika kita hendak ke Watu Ireng, terlebih dahulu kita bikin patokan atau bahasa Pekalongannya ancer-ancer.
jika dari pantura atau Pekalongan bagian utara, hendaknya kita terlebih dahulu menuju Kajen, dari perempatan Kajen terus ke selatan menuju Kandangserang.
Di sepanjang jalan kita akan melewati jalanan dengan pemandangan yang cukup asri, namun karena beberapa bulan ini ada proyek jalan tol yang sebagian material tanahnya diambil dari sini, otomatis di beberapa titik jalan agak rusak parah. Namun setelah melewati lokasi pengerukan tanah jalan kembali aspal halus.
![]() |
| Kondisi jalan Kajen - Kandang Serang, melewati hutan dan jalan berliku. |
Dalam perjalanan menuju Kandang Serang kita akan melewati beberapa tempat wisata yang cukup terkenal diantaranya curug Blanten dan wana wisata Sikujang.
Namun jika tujuan utama kita ke Watu Ireng jadi kita harus fokus meneruskan perjalanan hingga ke Watu Ireng, namun jika ada waktu luang dan tidak terburu-buru gak ada salahnya kita mampir sebentar untuk sekedar ngopi di tempat wisata tersebut, toh gak ada salahnya memasukan dua destinasi wisata tersebut dalam satu kali perjalanan, pepatah lamanya sekali gayung dua tiga pulau terlampui. Hehee...
![]() |
| Pintu masuk ke wisata Sikujang. |
Oke kita lanjut lagi reviewnya, setalah melakukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kajen, kita akan sampai di gang menuju lokasi wisata Watu Ireng, gang tersebut ada di sebelah kanan jalan dengan gapura berwarna putih dengan tulisa "selamat datang objek wisata Watu Ireng" dan sebagai patokannya gang tersebut berada sekitar 1km sebelum pasar Kandang Serang, jadi kalo kita tiba-tiba sampai di pasar, berarti bisa dipastikan kita kebablasan.
![]() |
| Gang menuju Watu Ireng. |
Setelah masuk gang kita cukup mengikuti jalan kampung yang sudah beraspal rapi, banyak petunjuk jalan disetiap tikungan atau pertigaan. Jadi setelah masuk gang kita gak perlu was-was tersesat. Walaupun gang tersebut memasuki perkampungan dan kebun penduduk namun jalan ini cukup ramai oleh wisatawan yang ingin berkunjung ke Watu Ireng. So, tak perlu risih atau malu-malu saat memasuki perkampungan.
![]() |
| Kondisi jalan setelah memasuki gang. |
![]() |
| Petunjuk arah menuju lokasi Watu Ireng. |
![]() |
| Batas desa, jika sudah melewati ini berarti beberapa detik lagi kita akan sampai. |
Setelah berkendara sekitar 5 menit dari gang, kita akan sampai di lokasi yang kita tuju, yaitu lokasi wisata Watu Ireng. Sesampainya di lokasi, terlebih dahulu kita parkirkan kendaraan kita ke lokasi parkir yang telah tersedia.
Oiya untuk akses jalan dari gang menuju lokasi ini, menurut perhatian saya pribadi tidak cocok membawa kendaraan roda empat atau lebih, karena setelah saya perhatikan selama perjalanan masuk gang saya tidak berpapasan dengan mobil, bahkan jalan dan lokasi parkir tidak diperuntukan untuk mobil. Dan sebagai saran saja, sebaiknya kalo kesini jangan membawa kendaraan roda empat.
Tapi jika ada akses lain untuk kendaraan roda empat mungkin itu bisa saja, mungkin saja saya tidak tau infonya.
![]() |
| Area parkir |
Setelah parkir, kita langsung menuju ke loket penjualan tiket yang berada tak jauh dari tempat parkir.
![]() |
| Menuju loket penjualan tiket |
![]() |
| Jangan lupa beli tiket dulu... |
Setelah membeli tiket perjalanan kita dilanjutkan dengan berjalan kaki mengikuti jalan setapak yang sudah dibeton rapi.
Untuk masalah snack atau makanan, disini banyak warung yang menjajakan makanan mulai dari makanan ringan sampai makanan berat seperti mie ayam, bakso, nasi dll.
Untuk masalah mck, disini juga terdapat beberapa toilet umum yang tak dijaga, yang artinya membayar seiklhasnya.
![]() |
| Jalur menuju lokasi Watu Ireng. |
Setelah berjalan tak lebih dari 5 menit kita akan sampai di gapura selamat datang yang warna-warni, yaitu batas jalan dengan batu yang berwarna hitam, artinya setelah kita memasuki gerbang ini kaki kita sudah mulai menginjak batu hitam.
![]() |
| Gerbang warna-warni. |
Setelah memasuki gerbang sebenarnya kita sudah sampai di titik kordinat tempat yang kita tuju, karena hakekatnya kita sedang ingin mendatangi batu hitam yang dimaksud, tapi untuk menarik minat pengunjung pengelola disini sengaja menambah nilai eksotik di beberapa titik, diantaranya di beberapa tanjakan diberi nama yang unik-unik, dibangun pula gasebo/gardu pandang untuk sekedar berfoto atau berteduh, dibangun pula spot-spot untuk berfoto. Jadi saat kita sampai di lokasi kita tidak akan jenuh dan cepat bosan.
Seperti apa spot-spot menarik yang sedang ngehits di media sosial, berikut foto-foto kami saat mengunjungi Watu Ireng:
![]() |
| Disepanjang jalur banyak plang petunjuk jalan dengan kata-kata unik. |
![]() |
| Gerbang dengan tugu batu |
![]() |
| Taman mini yang berbentuk love yang cukup unik untuk berselfie-selfie ria. |
![]() |
| Foto di pagar pembatas juga asyik juga, tapi tetap hati-hati yaa... |
![]() |
| Foto di gambar doraemon juga unik, apalagi bagi yang membawa balita. |
![]() |
| Foto di gasebo pertama dengan background sungai besar. |
![]() |
| Aaahhh... asyik juga buat santai. |
![]() |
| Spot foto yang masih kekinian |
![]() |
| Foto di batu batu ini juga seru juga. |
![]() |
| Gasebo kedua dengan posisi lebih tinggi. |
![]() |
| Foto di gasebo kedua, dengan background bendera merah putih. |
![]() |
| Foto diatas batu yang paling tinggi, dengan background burung yang sedang terbang. |
Tips dan Info Lengkap Wisata Watu Ireng
• jika kita hendak berencana ke lokasi wisata ini hendaknya persiapkan fisik dan stamina yang baik, karena perjalanan menuju kesana dirasa cukup melelahkan, memakan waktu sekitar 1 jam lebih 15 menit dari perempatan Kajen.
• kondisi kendaraan yang kita bawa juga harus prima, karena selain jalan yang berliku dan menanjak, kondisi jalan di beberapa titik juga cukup rusak parah. Bahkan pengalaman kami kemarin ban motor kami sempat bocor, untung tak jauh dari lokasi ada bengkel motor.
• walau jalur menuju lokasi wisata ini bukan termasuk jalur KTL (kawasan tertip lalu lintas) menggunakan helm dan standar berkendara hukumnya wajib, demi keselamatan kita bersama, jangan lupa juga bawa jas hujan karena kawasan pegunungan cenderung sering hujan jika sudah lewat jam 12 siang.
• sebaiknya jangan membawa kendaraan roda empat karena sepanjang pantauan saya, tidak rekomended untuk kendaraan roda empat, karena faktor kondisi jalan dan area parkir. Jika hendak membawa kendaraan roda empat sebaiknya cari informasi lagi yang lebih datail.
• bawa uang cash secukupnya karena dilokasi tidak ada mesin ATM, jika lupa sebaiknya tarik tunai di pasar Kajen. Karena setelah itu sepanjang jalan kita tidak akan melewati mesin ATM lagi. Sementara di lokasi banyak warung-warung makan yang harganya relatif murah masih standar pasaran, so jika kesini bawa uang cash hukumnya wajib dan tak perlu repot-repot bawa bekal dari rumah.
• untuk harga tiket masuk relatif cukup murah dan masih terjangkau yaitu Rp 5.000,-
• untuk masalah keamanan dilokasi banyak didirikan pagar-pagar pembatas, sebaiknya jangan selfie-selfie yang terlalu ekstrim.
• untuk sinyal handphone, sepengalaman saya yang memakai indosat, disana sinyal sangat susah, tapi kalau provider lain saya kurang tau.
• untuk perjalanan pulang sebaiknya pulang sebelum jam 4 sore, untuk menghindari kemalaman di jalan.
• dan seperti biasa jangan lupa buang sampah pada tempatnya demi kebersihan dan keindahan lokasi wisata ini dan tentunya demi kenyamanan kita bersama.
Mungkin ini dulu review perjalanan ke Watu Ireng yang bisa saya jabarkan, kurang lebihnya maaf dan termakasih.
Saat saya masih remaja, sebelum tahun 2000an, saat saya kedatangan tamu baik teman, sahabat ataupun saudara dan kerabat dari luar kota, saya pasti bingung mau diajak jalan-jalan kemana biar gak jenuh di Pekalongan.
Yaa pada masa itu Pekalongan baik kabupaten maupun Pekalongan kota, untuk tujuan wisata sangat minim. Paling Linggo Asri, pantai Boom, dan wisata kuliner khas Pekalongan. Sementara wisata belanja seperti Pasar Grosir Setono, IBC Wiradesa dan pasar-pasar batik lainnya waktu itu belum ada.
Jadi bisa dibayangkan jika jaman itu kedatangan tamu dari luar kota dan mereka ingin sekedar jalan-jalan ke tempat wisata.
Seperti apa kebingungan kita saat itu?
Masa mau diajak ke Linggo Asri, sementara waktu itu Longgo Asri belum sekomplit sekarang.
Paling saya ajak ke pantai Boom dan malamnya saya ajak makan ke warung lesehan Sego Megono.
*****
Tapi itu cerita dulu, sekarang justru saya sangat antusias jika ada teman atau saudara yang ingin diperkenalkan dengan wisata Pekalongan dan Sekitarnya.
Yaa, saat ini lokasi wisata sudah mulai kekinian, alias gehits dan asyik untuk dikunjungi. Mulai dari Petungkriyono, Linggo Asri, Lebakbarang, Lolong, Kandangserang, Talun, dll, bahkan di kota Pekalongannya juga mulai bebenah dalam dunia pariwisata, mulai pasar grosir batik, alun-akun, lapangan Mataram dan tentunya yang masih cukup baru dan lagi ngehits dikalangan anak muda yaitu Mangrove park Pekalongan alias wisata hutan mangrove Pekalongan.
Oke untuk kali ini saya ingin mengexplore lokasi wisata yang masih sangat ngehits ini. Mari kita mulai reviewnya.
Untuk mencapai lokasi ini terlebih dahulu kita ke pusat keramaian kota Pekalongan. Lalu dari sini kita menuju ke arah simpang lima Pekalongan, kalau bingung Simpang Lima itu dimana pokoknya ancer-ancernya deket Museum Batik Pekalongan.
![]() |
| Museum Batik dan Masjid Al-Ikhlas Pekalongan |
Dari Simpang Lima ini kita ambil yang ke arah kampus STAIN Pekalongan, nanti sebelum kompleks kampus akan ada papan petunjuk lokasi Mangrove Park Pekalongan ke arah barat, ikuti saja jalan itu terus, hingga sekitar 15 menit terhitung dari Simpang lima kita akan sampai di gerbang wisata Mangrove Park Pekalongan yang letaknya ada di sebelah kiri jalan, alias sebelah barat. Atau sekitar 200 meter dari bibir pantai. Jadi artinya jika kita sampai mentok di bibir pantai berarti kita sudah kebablasan. Hahaa...
![]() |
| Gerbang Mangrove Park Pekalongan |
Oke, kita lanjut lagi reviewnya.
Setelah sampai di gerbang Mangrove Park ini, kita masuk dan parkir kendaraan kita yang ada di sebelah kiri jalan tepat setelah memasuki gerbang. Cukup membayar uang sebesar Rp 2.000,- untuk motor dan sebesar Rp 5.000,- untuk mobil kita bisa menikmati keindahan hutan mangrove Pekalongan ini. Yang artinya gak ada tiket masuk atau pungutan apapun selain biaya parkir.
![]() |
| Area Parkir di sebelah kiri jalan |
Setelah kita parkir kendaraan kita, perjalanan dilanjutkan masuk menuju area taman Mangrove ini, disini terdapat jembatan yang panjang membentang diatas rawa yang disekitarnya terdapat deretan hutan mangrove, kita juga bisa menikmati sensasi melintasi deretan hutan mangrove ini di atas air dengan perahu boat khusus dengan tarif hanya Rp 10.000,-/orang.
Dan menurut pengalaman saya mengajak anak balita dibawah umur tiga tahun, belum dikenakan tarif alias masih gratiss.
Oke seperti apa nuansa keindahan taman Mangrove ini, yuukk simak foto-foto yang saya lampirkan dibawah ini:
Demikian review saya tentang wisata Mangrove Park Pekalongan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkunjung kesana. Jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan tulis dikolom komentar. Yang tentunya pasti saya jawab sesuai kapasitas saya. Terimakasih.
Selamat Bertualang dan salam traveling mania...
Saya Ahmad Pajali Binzah
************************************
************************************
Info Lengkap Curug Blanten, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Wisata Curug Madu, Doro
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Wisata Curug Madu, Doro
*****
Baca juga cerpen tentang petualangan:
Masih tentang Lemahabang, Doro, Pekalongan. Setelah perjalanan saya dari Watu Bahan, kemudian dilanjutkan menuju Curug Madu yang jaraknya masih cukup dekat, karena letaknya memang masih di desa Lemahabang.
Sekedar info:
Sebaiknya jika kita ke Lemahabang, terlebih dahulu kita berwisata ke Watu Bahan, lalu berikutnya dilanjut ke wisata Curug Madu.
*****
Oke kita mulai reviewnya,
Karena perjalanan saya menuju Curug Madu ini sepulang dari Watu Bahan, jadi posisi saya dari selatan, saat perjalanan turun dan setelah sampai di pertigaan Lemahabang, kita jangan lurus, karena kalo lurus kita akan sampai di Pasar Doro, tapi belok ke kanan (timur).
![]() |
| Pertigaan Lemahabang |
Atau jika kita start dari Kota Pekalongan, terlebih dahulu kita menuju ke Pasar Doro,
Dari pasar Doro ambil jalan ke Karanganyar (barat), setelah kurang lebih 200 meter, setelah melewati jembatan Doro ada pertigaan ambil ke kiri (selatan). Lurus saja terus kurang lebih 4km kita akan sampai di pertigaan Lemahabang seperti gambar diatas.
Oke, setelah sampai di pertigaan ini kita ambil ke kiri mengikuti plang petunjuk arah ke Curug Madu.
Untuk menuju Curug Madu, dari pertigaan Lemahabang ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit perjalanan santai atau dengan jarak sekitar 2km, dengan kondisi jalan yang sangat baik yaitu aspal mulus.
Sesampainya di lokasi kita akan disambut oleh suara sound sistem dengan musik dangdut dengan suara yang cukup keras membuat suasana menjadi lebih ceria.
Untuk parkir motor ada di sebelah kanan jalan, namun untuk parkir mobil ada di sebelah kiri jalan, dengan kapasitas sekitar 30an motor dan 15an mobil. Jadi bisa dikategorikan cukup luas.
Setelah kita memarkirkan kendaraan kita, kemudian kita menuju ke loket penjualan tiket yang terletak di sebelah kanan jalan tepat disebelah parkir motor.
![]() |
| Loket pembelian tiket |
Harga tiketnya pun cukup murah yakni Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak. Dan dari sini perjalanan tinggal mengikuti jalur setapak yang sudah tertata dengan rapi.
![]() |
| Plang petunjuk spot-spot wisata |
![]() |
| Jalan yang sudah tertata rapi |
Cukup berjalan hanya beberapa langkah saja kita akan sampai di curug Madu yang kita tuju. Karena menang lokasinya tak jauh dari jalan.
Untuk masalah makan jangan kuatir, disini banyak terdapat warung-warung kecil, yang menyediakan makanan dan minuman.
![]() |
| Plang petunjuk ke curug dengan background warung makan |
Seperti apa view curug Madu ini...???
Berikut saya lampirkan foto-foto keindahan curug Madu Resmi.
KESIMPULAN
Kelebihan
● termasuk tempat wisata baru jadi view disini belum familiar, dan bisa dikatakan masih ngehits dikalangan instagramer.
● aksesnya pun cukup mudah, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan kondisi jalan beraspal mulus.
● tarif parkirnya pun cukup terjangkau, yakni untuk motor Rp 2.000, dan Mobil Rp 5.000
● tiket masuknya pun masih tergolong sangat murah yakni Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.
● untuk fasilitas juga sangat memadai, mulai dari area parkir, warung, mushola, gazebo/gardu, toilet, dll.
● jarak tempuh dari parkiran ke lokasi curug sangatlah dekat, bahkan menurut pengalaman saya berwisata ke curug, curug inilah yang terdekat dari area parkir jika dibanding dengan curug-curug pada umumnya.
Sehingga mengajak balita masih sangat memungkinkan.
● suasana masih tergolong rindang dan sejuk.
Kekurangan
● kondisi diatas air terjun merupakan persawahan penduduk, jadi mengurangi keindahan dan kesan belantara, tak seperti curug-curug pada umumnya, dan hal ini juga menyebabkan kondisi airnya menjadi sedikit keruh.
● ketinggian air terjun yang tergolong pendek, membuat kesan yang kurang wah sesaat sampai di lokasi wisata ini, namun setelah santai berlama-lama disini, ternyata tetap nyaman dan mengasikkan.
● debit air yang kurang besar, hanya disaat-saat penghujan debit airnya besar, namun cenderung lebih keruh jika terjadi hujan.
● penataan lokasi yang kurang sesuai, seperti seperti pohon selfie yang terkesan dipaksakan, karena biasanya pohon selfie letaknya di tepi tebing atau ketinggian yang ekstrim, jadi adanya spot pohon selfie ini malah menambah kesan kurang wahh.
Tips berwisata ke curug Madu
● jika menggunakan kendaraan roda dua sebaiknya bawa jas hujan, karena dikawasan pegunungan cenderung sering terjadi hujan.
● walau tak melintasi kawasan tertib lalulintas, tapi sebaiknya menggunakan helm dan jaket sesuai standar demi keselamatan bersama.
● jangan lupa bawa baju ganti, karena di lokasi ini cukup asyik untuk berbasah-basah ria.
● jangan takut kesasar, karena disepanjang jalan banyak plang petunjuk arah, jika ragu jangan sungkan-sungkan bertanya pada warga sekitar.
● jangan lupa sediakan uang cash yang banyak, karena dilokasi tidak ada atm dan disana banyak agen-agen penjualan DUREN, yang tentunya sangat menggoda iman dan selera makan, hahaaa...
Penilaian saya pribadi
Kenyamanan nilai 70
Akses ke lokasi nilai 90
Pelayanan parkir nilai 80
Suasana kesejukan nilai 70
Fasilitas nilai 80
Debit air nilai 50
Kejernihan air nilai 60
Demikian review perjalanan saya ke Curug Madu Resmi, Doro.
Review ini saya buat bukan untuk merendahkan atau meninggikan suatu tempat wisata, tetapi saya tulis berdasarkan penilaian saya pribadi secara objektif dan tidak memihak. Agar para calon pengunjung lebih tau tentang kondisi secara real di lokasi wisata tersebut.
Dan tentunya dengan adanya review ini, dapat memajukan dunia pariwisata Lemahabang, khususnya tempat wisata Curug Madu Resmi, Doro.
Semoga Bermanfaat...
Selamat Bertualang dan salam traveler mania...
Saya Ahmad Pajali Binzah
*************************************
*************************************
Info Lengkap Curug Blanten, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
*****
Baca juga cerpen tentang petualangan:














































