Ingin mendaki gunung yang gak terlalu menguras tenaga, bisa mendaki dengan santai tapi kita tetap bisa menikmati view yang spektakuler? Jawabnya: mendakilah gunung Lembu di Purwakarta.
Yaa gunung yang mungil ini memang memberikan sajian yang khas dan enak buat nongkrong lama-lama di puncak tapi gak perlu cape' dan bisa juga tek-tok gak perlu bawa tenda.
Terus dimana siih letak gunung Lembu ini dan bagaimana akses menuju kesana...???
Oke, mari kita bahas...
Gunung Lembu terletak di kabupaten Purwakarta, tepatnya di kampung Panunggal Rt 006 Rw 003, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Sebenarnya gunung Lembu ini tidak masuk dalam kategori gunung, hanya sebuah bukit yang terletak di sebelah selatan waduk Jatiluhur. Namun dalam masyarakat kita setiap gugusan yang memiliki puncak cenderung disebut gunung.
Untuk menuju pos pendakian gunung Lembu ini, terlebih dahulu kita harus menuju kota Purwakarta, karena saya dari Jakarta saya lebih memilih menggunakan jasa angkutan kereta api, apalagi dari stasiun Jakarta Kota menuju stasiun Purwakarta jika menggunakan kereta lokal tarifnya sangat murah, yaitu hanya sebesar Rp 6.000,-
![]() |
| Tiket Kereta Lokal yang relatif murah. |
![]() |
| Keadaan didalam gerbong, lumayan nyaman. |
![]() |
| Stasiun Purwakarta, dengan patung yang gagah tinggi menjulang. |
Dari stasiun kita bisa carter mobil angkot, karena tidak ada angkutan umum yang bisa mencapai ke pos pendakian, jadi solusi satu-satunya hanya carter mobil. Biasanya tarifnya antara 200rb sampai 250rb permobil, dan menurut pengalaman saya kemarin 440rb sudah antar jemput.
Tapi pertanyaannya, jika kesana tidak membawa rombongan gimana...???
Jangan kuatir, perjalanan saya kemarin juga tidak membawa rombongan, bahkan saya sengaja trip seorang diri. Dan menurut pengalaman saya saat sampai di stasiun Purwakarta disana pasti ada saja para pendaki yang hendak ke gunung Lembu. Kita bisa nebeng ikut bersama mereka untuk carter mobil bersama.
Kalaupun pahit-pahitnya kita gak menemukan rombongan karena kesana bukan di hari libur, kita bisa menggunakan jasa ojek, tapi tentunya dengan tarif yang lebih tinggi
![]() |
| Suasana di basecamp pendakian gunung Lembu. |
Setelah sampai di basecamp pendakian gunung Lembu, kita bisa mendaftarkan diri disini, dengan tarif Rp 10.000,-
Di basecamp ini terdapat fasilitas yang sangat memadai, seperti toilet, tempat istirahat dan tidur, warung makan, charger HP, tempat parkir, mushola, air bersih, dll.
![]() |
| Sebelum mendaki, mendaftarkan diri dulu. |
Setelah mendaftarkan diri dan istirahat, kita bisa langsung mulai mendaki. Perjalanan dimulai dari basecamp melewati jalur yang masih cukup landai dan disisi kiri dan kanannya terdapat hutan bambu. Setelah berjalan sekitar 15 menit dari basecamp kita akan sampai di pos Saung Ceria, ini bukan pos 1 hanya sebuah area camp atau camping ground yang cukup luas dan dengan sajian pemandangan yang sangat indah. Disini juga terdapat warung makan dan rumah pohon. Jadi bagi yang tidak membawa perlengkapan camping kita bisa makan di warung makan dan tidur di rumah pohonnya.
![]() |
| Trek awal pendakian, melewati hutan bambu. |
![]() |
| Suasana di pos Saung Ceria. |
Jika tidak mau berlama-lama disini kita bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju pos 1. Dari Saung Ceria ini untuk menuju pos 1 hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja. Di pos 1 juga terdapat warung dan rumah pohon (gardu pandang), tapi rumah pohon di pos 1 cenderung sudah mulai rusak dan tidak beratap, jadi kita kudu berhati-hati untuk menaiki ke atas rumah pohon ini dan jika ingin bermalam di pos 1 ini direkomendasikan untuk tidur di warung makan yang ada di pos 1, karena di gardu pandang tidak layak untuk tidur, selain tidak ada atapnya juga keadaannya sudah mulai rusak.
![]() |
| Suasana di pos 1, banyak warung dan tempat tempat untuk istirahat. |
![]() |
| Gardu pandang. |
![]() |
| Di pos 1 banyak tempat sampah, so buanglah sampah pada tempatnya. |
Dari pos 1 perjalanan dilanjutkan mengikuti jalur yang makin menanjak, dan hutan bambu pun berganti dengan hutan hujan tropis yang tentunya suasananya jadi lebih adem.
Setelah berjalan sekitar 35 menit kita akan sampai di pos 2.
Di pos 2 ini tidak ada area camp, tidak ada saung ataupun warung makan, hanya jalur biasa yang sempit namun cenderung datar. Disini juga tidak ada view yang bisa kita nikmati karena sisi kiri dan kanan hanya pepohonan, jadi ini bukan tempat yang tepat untuk istirahat berlama-lama.
![]() |
| Pos 2. |
Dari pos 2 perjalanan dilanjutkan mengikuti jalur yang agak landai, mengikuti garis punggungan sempit namun tetap adem walau berjalan disiang hari. Setelah berjalan sekitar 15 menit kita akan sampai di Jalur Sangkar Elang. Dimana jalur ini kita bisa menikmati pemandangan yang cukup indah, didepan nampak puncak gunung Lembu yang dikelilingi waduk Jatiluhur disisi kiri dan kanannya.
Namun tepat sebelum jalur Sangkar Elang terdapat saung dan warung makan. Kita bisa istirahat disini untuk sekedar melepas lelah.
![]() |
| Saung dan warung yang bisa digunakan untuk istirahat. |
![]() |
| Jalur Sangkar Elang. |
Setelah melewati jalur Sangkar Elang perjalanan kembali nemanjak ekstrim, namun ditempat-tempat yang terjal itu biasanya terdapat tali pengaman untuk berpegangan saat kita mendaki. Dari jalur Sangkar Elang sekitar 20 menit kita akan sampai di puncak gunung Lembu.
![]() |
| Trek yang cukup terjal. |
![]() |
| Dibeberapa titik terdapat tali pengaman. |
Di puncak gunung Lembu ini tidak terdapat tanah lapang dengan view terbuka, namun sebuah area camp yang cukup sempit dan dikelilingi hutan, jadi puncak ini hanya untuk mendirikan tenda saja. Tapi bagi yang tidak membawa tenda sebaiknya perjalanan diteruskan mengikuti jalur yang cenderung menurun menuju Batu Lembu.
![]() |
| Puncak Lembu. |
![]() |
| Area camp disekitar puncak. |
Setelah berjalan sekitar 10 menit dari puncak, kita akan sampai di Batu Lembu, namun bagi yang tidak membawa tenda jangan kuatir, karena tepat sebelum Batu Lembu terdapat warung makan dan saung yang bisa kita gunakan untuk istirahat ataupun tidur.
![]() |
| Warung dan saung tepat sebelum Batu Lembu. |
Setelah perjalanan dari basecamp dan beberapa kali istirahat yang memakan waktu sekitar 2 jam, akhirnya kita akan sampai di Batu Lembu, lokasi favorit yang dituju dalam perjalanan mendaki gunung Lembu. Karena disini kita bisa menikmati view yang terbuka dengan pemandangan yang spektakuler. Dimana kita berdiri diatas batu besar dengan pemandangan waduk Jatiluhur yang membentang, disebelah kanan nampak tebing Parang, didepan nampak kerambah ikan yang terapung ditengah-tengah waduk, hamparan waduk itu membentang hingga ke sisi sebelah kanan. Jika malam hari akan nampak indah karena kerlap-kerlip lampu kerambah tersebut penghias di kegelapan malam.
![]() |
| Selamat datang di Batu Lembu. |
![]() |
| View di Batu Lembu. |
![]() |
| Suasana di Batu Lembu. |
![]() |
| Jika kita ngecamp di sekitar Batu Lembu, kita akan mendapatkan pemandangan seperti ini. |
![]() |
| Menikmati keindahan suasana Batu Lembu. |
Dan kalau sudah sampai disini gak selfie, rasanya kurang afdol, maka dari itu kita harus selfie sebanyak-banyaknya, biar kekinian... hahahaa...
berikut foto-foto selfie saya:
Jika review dan foto-foto diatas kurang bisa memberi gambaran tentang kondisi keadaan disana secara real, silahkan tonton video berikut ini...
Karena biasanya video mampu menyajikan gambaran secara nyata tentang suatu keadaan medan pendakian...
Atau kunjungi channel youtube kami https://youtu.be/2nZhG5HUHNY
Tips dan Info Lengkapnya
● gunung ini memang tidak membutuhkan waktu tempuh lama, tapi bagi yang menggunakan transportasi kereta api, gunung ini tidak dapat dilaju dalam satu hari perjalanan. Kecuali bagi yang tinggal di sekitar Purwakarta dan dengan menggunakan sepeda motor. Jadi sebaiknya perjalanan dimulai pada hari sabtu dan pulang pada hari minggu.
● sepanjang jalur menuju puncak tidak terdapat mata air, jadi jika ingin mendirikan tenda diatas sebaiknya membawa air sepenuhnya dari basecamp.
● gunung ini mempunyai trek yang relatif aman dan tidak terlalu ekstrim, jadi mengajak balita dan anggota keluarga lain masih memungkinkan.
● jika hari libur biasanya suasana sangat ramai, tapi jangan kuatir tidak mendapatkan lokasi untuk mendirikan tenda, karena disekitar Puncak samoai Batu Lembu, walaupun sempit namun banyak titik-titik yang bisa untuk mendirikan tenda. So, jika sampai Puncak ternyata sudah penuh, jalan terus saja nanti pasti menemukan tempat untuk mendirikan tenda. Karena Puncak bukan titik akhir perjalanan.
● jika musim penghujan jalur cenderung licin, sebaiknya pakai sepatu treking. Tapi jika musim kemarau memakai sandal gunung masih tergolong direkomendasikan.
● jalur pendakian cenderung jelas dan tidak banyak percabangan alias tidak membingungkan, jadi mendaki seorang diri pun masih aman.
● gunung Lembu ini memang tergolong gunung yang mudah didaki, namun mempersiapkan fisik yang fit hukumnya wajib. Usahakan rutin latihan dan olahraga dua minggu sebelumnya.
● untuk keuangan sebaiknya juga disiapkan dari rumah karena disekitar stasiun atau basecamp tidak ada mesin ATM, jika persediaan uang menipis sebaiknya bilang sama sopir untuk berhenti di gerai ATM, atau jika di stasiun kita bisa berjalan kaki mencari minimarket untuk mengambil uang cash.
● estimasi biaya:
kereta lokal Rp 6.000 + carter angkot Rp 30.000 = Rp 36.000 (jadi kalo PP = Rp 72.000)
+ tiket masuk Rp 10.000 jadi total biaya perjalanan Rp 82.000
Masalah konsumsi bisa dikira-kira sendiri.
● gunung Lembu tergolong mempunyai jalur yang bersih, entah dari pendakinya yang sudah sadar akan kebersihan atau memang team relawan basecamp yang rutin membersihkan jalur pendakiannya, yang jelas jalur yang sudah bersih ini jangan dibikin kotor karena ulah kita yang tak bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan.
So, "bawa turun sampahmu, karena sampahmu adalah tanggung jawabmu..."
Mungkin ini saja review yang bisa saya sampaikan berdasarkan pengalaman perjalanan saya kemarin. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang ingin melakukan pendakian ke gunung Lembu.
Salam lestari dari saya, Ahmad Pajali Binzah.
************************************************
************************************************
Baca juga cerpen tentang petualangan:
[Cerpen] Situmbal
[Cerpen] Istri Muda
[Cerpen] Aku Benci Ibu
[Cerpen] Pohon Terakhir
[Cerpen] Edelweis di Pos 3
[Cerpen] Aku Pendaki Kartini
[Cerpen] Pendakian Terindah
[Cerpen] Kisah Cinta Sang Serdadu
[Cerpen] Pendakian Gunung Keramat
[Cerpen] Bunga Edelweis Untuk Pristy
[Cerpen] Tersesat di Jaman Majapahit
[Cerpen] Badai Senja di Lereng Merapi
[Cerpen] Tentang Cinta Yang Bertentangan
[Cerpen] Karena Batu Akik Aku Jadi Playboy
[Cerpen] Jangan Rebut Aku Dari Istriku
[Cerpen] Aku Hanya Pendaki Gunung Lawu
[Cerpen] Aku Tinggalkan Kekasihku Mati di Gunung
Apa siih kelebihannya kalau kita fitnes...???
Berikut ini akan saya jabarkan tentang kelebihan fitnes dibanding jenis olahraga lain, walaupun tentunya setiap jenis olahraga punya kelebihannya masing-masing, namun kali ini saya mencoba melihat dari sudut pandang fitnes mania.
1. Seorang yang hoby ngegym (fitnes mania) pasti akan menerapkan pola hidup sehat.
Ini yang terpenting, karena syarat membentuk tubuh agar atletis adalah menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat.
Dan bisa dipastikan seorang fitnes mania akan selalu memperhitungkan asupan gizi yang kita makan sehari-hari.
Dari sini kita akan berusaha belajar dengan sendirinya tentang nilai gizi, sistem pencernaan, tentang otot tubuh, dan tentang kesehatan secara umum.
Berbeda dengan yg hobi futsal atau bulu tangkis, biasanya setelah latihan mereka tidak memerhatikan pola makannya (kecuali atlet propesional yang tinggal di asrama)
Jadi bisa dipastikan, seorang yang hoby fitnes walaupun dia orang awam tentu akan mempelajari nilai gizi dan pola makan yang baik.
2. Seorang fitnes mania akan lebih memerhatikan penampilannya.
Itu sebabnya seorang yang hoby fitnes akan lebih menyukai fashion, terutama pakaian ketat dan necis agar lekuk tubuhnya lebih terlihat.
Dan karakter ini jarang ditemui di orang yang hoby olahraga lain.
3. Jadi sering ngaca.
Walau pada dasarnya setiap orang suka bercermin (ngaca) tapi khusus cowok yang suka ngegym mempunyai kebiasaan ini dengan kadar lebih besar.
Jadi seorang fitnes mania akan lebih sering bercermin dibanding orang yang suka raga lain.
4. Mempunyai tubuh yang kekar dan perut sixpack.
Sebenarnya ini tujuan utama kita, karena setiap orang yang hoby fitnes akan menginginkan tubuh yang demikian.
Dan endingnya menjadi pusat perhatian dimanapun kita berada. Kelebihan ini tidak bisa didapat dari olahraga lain, sekalipun kita hoby lari, futsat atau berenang.
Kalau ada atlet lari, bola, dan petinju yang tubuhnya bagus, itu pasti diimbangi ngegym dalam sesi latihannya. Karena bagaimanapun juga setiap atlet propesional cabang olahraga apapun pasti menerapkan latihan fitnes.
5. Seorang fitnes mania akan lebih rutin berolahraga.
Jika dibandingkan orang yang hobi tenis, sepak bola, futsal atau bulu tangkis (bagi orang awam) tentunya hanya mengisi waktu luang saja, kalau pun rutin pasti maksimal seminggu 2 kali.
Tapi bagi fitnes mania, walaupun orang awam tetap akan menerapkan disiplin latihan yang rutin, karena jika seminggu berhenti latihan saja tentunya otot akan mengendur dan mood akan menurun.
Bisa dikatakan fitnes mempunyai efek candu yang tinggi, tapi candu dalam bentuk yang positif.
6. Rasa percaya diri yang tinggi.
Ini berkorelasi dengan bentuk tubuh yang atletis.
Tapi walaupun bentuk tubuh kita belum begitu sempurna, tapi setidaknya jika kita hoby fitnes, jiwa kepedean kita tetap akan muncul.
Itu sebabnya banyak fitnes mania yang tubuhnya belum begitu bagus, tapi cara berjalannya sudah tegap dan percaya diri.
7. Fitnes menjadi penunjang olahraga lain.
Seperti yang saya katakan diatas, semua jenis olahraga, harus ditunjang sistem pembentukan otot, dan cara satu-satunya untuk melatih otot tersebut dengan cara ngegym (fitnes).
Jadi bisa dikatakan semua cabang olahraga (khususnya yang propesional) harus ditunjang fitnes sebagai sesi latihannya. Dan bisa dilihat sekertariat cabang olahraga apapun pasti ada alat-alat fitnes di ruang latihannya.
Dan menurut pengalaman saya pribadi setiap main ke sekertariat panjat tebing pasti disana ada barbel dan alat-alat fitnes yang lain, begitu juga saat main di sekertariat beladiri, sekertariat basket, sepak bola, renang, lari, apalagi jika mampir ke sasana tinju disana pasti penuh dengan alat-alat fitnes.
8. Tidak terlalu membutuhkan patner.
Jika dibandingkan olahraga lain seprti bola, futsal, tenis, bulu tangkis dll, yang tentunya membutuhkan lawan tanding atau team bermain.
Untuk fitnes kita tidak tergantung orang lain, jadi jika teman kita sedang sibuk/malas latihan kita bisa berangkat latihan sendiri.
9. Fitnes adalah seni pembentukan tubuh.
Karena seni, bermain olahraga ini cenderung menggunakan perasaan, tidak ada sistem porsir dan resikonya cenderung lebih kecil.
Berbeda dengan olahraga lain, saat tiba-tiba bola mengarah ke kita, kita tanpa sadar berlari sekencang-kencangnya untuk menggiring bola tersebut, atau menyemes sekencang-kencangnya agar bisa mengalahkan lawan, jadi untuk pengidap serangan jantung ini sangat berbahaya.
Itu sebabnya banyak artis atau orang biasa yang tiba-tiba meninggal saat sedang berolahraga.
Berbeda dengan fitnes, saat latihan semua harus sesuai kemampuan dan mengikuti irama pernafasan.
Dan kalaupun atlet profesional yang sedang tanding (kontes) tidak ada aroma persaingan yang panas, karena ini cenderung ke arah seni. (cuma berpose-pose doank)
Yaa seni pembentukan tubuh agar lebih indah.
10. Keperkasaan.
Untuk hal yang satu ini saya tidak mau membahas panjang lebar. Karena keperkasaan adalah hal yang privasi untuk diulas disini. Hehhee... :D
Demikianlah ulasan saya tentang kelebihan-kelebihan dari ngegym atau fitnes.
Ulasan ini saya tulis bukan bermaksud merendahkan atau mengesampingkan jenis olahraga lain, tetapi hanya untuk perbandingan dan memasyarakatkan olahraga pembentukan tubuh ini (fitnes).
Karena di negara lain, fitnes sudah menjadi kebutuhan primer dan bagian gaya hidup sehari-hari...
Jadi, yuuukkk kita fitness...!!!
*Terimakasih dan salam semangat*
======================================
Baca juga cerpen tentang petualangan:
[Cerpen] Istri Muda
[Cerpen] Aku Benci Ibu
[Cerpen] Pohon Terakhir
[Cerpen] Aku Pendaki Kartini
[Cerpen] Istri Muda
[Cerpen] Aku Benci Ibu
[Cerpen] Pohon Terakhir
[Cerpen] Aku Pendaki Kartini
Pagi itu saat semua sudah berkumpul, Faisal dan teman-temannya siap berangkat untuk melakukan pendakian gunung, yang nanti pada akhirnya akan menjadikan perjalanan yg penuh cerita horor bagi mereka.
Mereka ber-enam yaitu Faisal, Ratih, Dea, Subhan, Rio dan Arya, mereka adalah sahabat sejak sama-sama masih kecil.
#Faisal,
Sebagai pencetus ide dan sekaligus pemimpin rombongan, dengan sikapnya yang ambisius dan keras kepala yang kadang sering membuatnya bersikap otoriter.
#Ratih,
Dengan sikap yg lembut dan sedikit minder juga penakut.
#Subhan,
Umurnya memang lebih tua, membuat sikapnya lebih dewasa dan lebih religi.
#Arya,
Sikapnya yang tenang, berwibawa dan cenderung pendiam.
#Dea,
Sicewek cerdas dan cekatan, dia juga berpacaran dengan Arya.
#Rio,
Teman akrab Arya karena dari SD sampai kuliahpun selalu barsama, mempunyai karakter yg penakut namun emosian.
Mereka semua adalah teman satu kampung yang dari kecil sering bermain bersama.
Tapi sejak lulus SMA mereka jarang bertemu, Faisal yg kuliah di Jakarta, Rio dan Arya sama-sama kuliah di Jogja, Dea kuliah di Semarang sementara Ratih dan Subhan tidak melanjutkan pendidikannya. Mereka berdua memilih membantu usaha orang tuanya.
Setelah sekian lama berpisah mereka ingin mengadakan reonian bersama, yaitu mereka merencanakan pendakian disalah satu gunung yang tak jauh dari kota mereka.
Faisal yang sudah lama menekuni hobi mendaki gunung, dialah yg punya ide sebelumnya dan sekaligus dianggap lider bagi teman-temannya.
***
Setelah perjalanan melewati jalan pegunungan menembuh jarak yang lumayan jauh, berkelok-kelok menyusuri punggungan dan lebatnya perkebunan. Menggunakan mobil angkutan bak terbuka, siang itu mereka sampai di suatu pertigaan jalan menuju desa terakhir dikaki gunung Kemulan.
"Huuft akhirnya sampai juga, walaupun jalannya banyak yang rusak dan sangat melelahkan, tapi perjalanannya asyik juga..." ujar Faisal sambil melompat dari mobil yang dicarternya.
"Iyaa, walaupun ini masih satu kabupaten tapi baru kali ini aku kesini..." ujar Subhan.
"Yaudah yuukk,,, turun-turunin barang bawaannya..." ajak Arya.
Setelah membayar mobil yang mengantar mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki memasuki jalan kecil menanjak menuju desa Sengari, desa terakhir sebelum memasuki gunung Kemulan.
Sore itu, sekitar pukul 15.30wib sampailah mereka di desa yang dituju, desa yg sangat terpencil dengan akses jalan yang menanjak dan rusak, di desa inipun hanya berdiri beberapa rumah yg letaknyapun cukup berjauhan, menurut info desa ini dihuni sekitar 70 kepala keluarga yg terdiri dari beberapa dusun, saat mereka memasuki gerbang desa suasanya sangat sunyi, hanya suara deringan serangga gunung yg mendering-dering.
"Maaf bu, mau numpang tanya... rumahnya pak kades dimana yaa...???" Tanya Faisal pada seseorang yang kebetulan lewat.
"Ooh iyaa rumah pak kades ada di sebelah sana, jalan ini lurus nanti diatas tanjakan itu ada rumah menghadap ke selatan, itu rumahnya mas.." jawab orang itu penuh keramahan.
"Baik, makasih yaa bu..." jawab Faisal dengan senyum khasnya.
Merekapun bergegas menuju rumah pak Kades.
"Tok tok tok...!!!" "Assalamualaikum..." Subhan mengetuk pintu.
Tak lama kemudian ada seorang ibu-ibu membukakan pintu rumahnya.
"Wa'alaikumsalam..." jawab itu itu sembari membuka pintu.
"Maaf bu, apa bener ini rumah pak kades..." tanya Faisal.
"Iya bener, silahkan masuk... bapaknya masih didalem baru mandi... nanti saya pangilkan dulu..." ucap ibu itu sambil mempersilahkan masuk.
"Baik bu..." ucap Faisal dan kawan-kawan.
Tak lama kemudian nampak seorang bapak-bapak yang belum terlalu tua datang menemui mereka, bisa ditebak bapak itu adalah pak kades.
"Monggo diminum dek airnya..." ucap pak kades sembari duduk.
"Baik pak baik pak" jawab mereka serentak.
"Kok tumben adek-adek ini datang bertamu ke desa kami, ada keperluan apa yaa...??? Dari mana asal adek-adek ini...???" Tanya pak kades membuka pembicaraan.
"kami dari kota madya pak, kami kesini cuma pingin jalan-jalan aja pak...???" Ucap Rio sambil terbata-bata.
"Ooo... gitu thoo... silahkan saja jalan-jalan ke desa kami, disini memang jarang ada orang pendatang jadi kadang warganya agak risih dan terkesan malu-malu, tapi sebenarnya mereka baik-baik kok, dan kami sangat senang jika ada yang datang berkunjung ke desa kami... atau kalo gak keberatan kalian bisa kok menginap di rumah ini..." jelas pak kades panjang lebar.
"Iyaa makasih pak, tapi maksud kedatangan kami kesini mau minta izin untuk mendaki gunung kemulan pak..." ucap Faisal menjelaskan.
"Apa...??? Maksudnya mau mendaki gunung Kemulan...??? Tapi disana penuh bahaya dek... bahkan kami-kami ini jarang ada yang berani kesana, terlalu angker dan berbahaya nak..." jelas pak kades dengan nada heran.
"Tapi pak, kami sudah persiapkan perlengkapannya pak, Insya'Allah kami baik-baik saja pak... kami juga sering mendaki gunung kok pak..." bujuk Faisal.
"Bukan aku gak mengizinkan dek, tapi menurut kami ini sangat berbahaya, hutan disana jarang dijamah, bahkan jalan setapakpun masih belum ada menuju ke puncak, dan disana ada yang namanya hutan larangan, hutan yang sangat keramat... aku takut kalian kenapa-napa disana..." jelas pak kades penuh kekhawatiran.
"Kami sudah perhitungkan semuanya pak, kami juga sudah minta izin dari kampus dan kepolisian di tempat kami pak..." bujuk Rio.
"Baiklah kalau begitu, semoga kalian baik-baik saja, karena aku yakin kalian punya skill dan pengetahuan yang baik... tapi aku sarankan sebaiknya malam ini kalian tidur disini dulu, soalnya hari sudah sore nak..." ucap pak kades menawarkan rumahnya.
"Maaf pak takut merepotkan, dan juga rencananya kami akan mendirikan tenda saja di daerah danau tak jauh dari pintu hutan..." Arya menjelaskan.
" baiklah kalau begitu, saya hanya bisa berpesan, baik-baik diperjalanan, jangan neko-neko bersikaplah sopan walaupun mungkin disana gak ada orang..." pesan pak kades.
"Baik pak, sebelum kesorean, kami pamit dulu pak..." jawab mereka serentak.
Setelah pamit dan merapikan barang-barang bawaan, mereka melanjutkan perjalanan dengan menyusuri jalan dusun dan dilanjut jalan setapak melewati ladang-ladang penduduk.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, karena dari batas kampung jalan sudah sangat terjal dan menanjak, melewati sawah dan ladang penduduk.
"Huuft,,, walau meelahkan namun pemandangannya sangat indah..." ucap Arya dengan nada lirih sambil menghela nafas.
Hari itu nampak sudah sangat sore, mereka terus berjalan menuju batas hutan.
Sesaat sebelum memasuki hutan, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seorang kakek tua renta yang berdiri diatas batu besar tepat dipunggir jalur.
"Mau kemana hai anak muda...???" Tegur kakek misterius itu.
Serentak semua terkaget bukan kepalang, bahkan Ratih sempat hampir terpental saking terkejutnya.
"A'aa anu anu, kami kamii mau puncak gunung Kemulan kek..." ucap Faisal dengan nada terbata-bata.
"i'iiyaa kek kami mau masuk hutan..." Arya menimpali dengan nada ketakutan.
"TUNGGU...!!! Tunggu dulu...!!! Kalian tidak boleh masuk hutan ini, ini hutan larangan... Pergiii... pergiii... pergiii kalian dari sini... ini sangat berbahaya buat kalian..." ucap kakek misterius dengan nada menghardik.
"Tapi kek, niat kami baik kek, kami tidak ada maksud apa-apa..." ucap Faisal menjelaskan.
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan kalian masuk, kalian bisa celaka...!!!" Terang kakek misterius.
"Tolong kek, hari sudah mulai gelap, tolong izinkan kami memasuki hutan, kami ingin bermalam di dekat danau tak jauh dari sini, karena menurut informasi tak jauh memasuki hutan disana ada danau yang sangat jernih dan indah..." Faisal membujuk.
"Aku peringatkan sekali lagi pergiii... pergiii kalian dari sini...!!!" Hardik kakek misterius itu.
"Tapi kek, tolong..." Dea mencoba memohon.
"Tidak, jika kalian nekat memasuki hutan ini, dan bermalam didekat danau, aku pastikan besok pagi kalian sudah menjadi mayat yang tak bernyawa... Dan sekarang kalian harus pergi dan pulanglah, jika kalian tidak ingin menyesal...!!!" Kakek itu mengusir.
"Sal, ada baiknya kita urungkan niat kita, sepertinya kakek ini tidak main-main..." Subhan berbisik membujuk Faisal sambil menarik tangannya.
"Tidak Han, aku yakin kakek ini orang gila, lihat pakaiannya semua sudah rombeng..." bisik Faisal pada Subhan.
"Hai lancang sekali mulutmu anak muda, aku tegaskan sekali lagi, jika kalian nekat memasuki hutan ini, kalian tidak akan selamat...
Didalam hutan sana setelah melewati danau kalian akan dihadang ular yang besar, makin ke dalam disana kalian akan dihadang ribuan ular yang berbisa, jika makin menjauh memasuki hutan kalian akan menemu air terjun sakral, yang airnya sangat jernih tempat para bidadari dan dewa mensucikan diri...
Dan dari situlah perjalanan kalian akan menanjak melewati hutan berlumut dan berkabut tebal, mata kalian akan tertutup kabut pekat, hingga untuk saling memandang diantara kalian saja tidak akan bisa, disanalah tempat iblis dan dedemit bersarang...
Kalian juga akan menemui jurang-jurang yang dalam dan bukit-bukit yang berlapis, disana tempat hidup para macan kumbang dan binatang buas lainnya...
Dan apabila kalian memang sanggup menggapai puncak, disana hanya kau temui ujung yang sangat sempit yang dikelilingi jurang yang dalam dan anginnya sangat kencang bak badai di neraka. Bahkan kalian akan sulit menemui jalan kembali dan akhirnya tersesat dikegelapan hutan...
Aku yakin kalian tidak akan bisa selamat dari perjalanan itu, keculai jika kalian memang orang-orang sakti... hahahhaaa..." jelas kakek itu dengan suara yang berkumandang bak malaikat pencabut nyawa.
Tak lama kemudian kabut datang dengan angin yang sangat kencang, dan anehnya kakek itu menghilang seketika seakan melayang bersama kabut yang datang.
"Haahh... aneh sekali, kenapa kabut datang secepat itu...??? Ayo Faisal kita kembalii..." teriak mereka semua sembari panik dengan angin yang makin kencang.
"Baiklah ayoo, ayoo kita kembali..!!!" Faisal dan teman-temannya lari meninggalkan pintu hutan penuh dengan ketakutan.
Hari sudah gelap, waktu menunjukkan pukul 7 malam, dengan keadaan yang kelelahan akhirnya mereka sampai dirumah pak kades lagi, berniat untuk menginap dirumah pak kades. Setelah menceritakan semuanya, pak kades pun tak keberatan mengizinkan mereka menginap di rumahnya.
"Hahahaaa,,, diminum dulu tehnya biar kalian lebih tenang... disana memang begitu, makanya kamipun enggan masuk hutan jika tidak ada kepentingan yang mendesak, karena biasanya kakek itu memang sering mencegah siapapun orang asing yang hendak masuk hutan, kakek itu adalah sesepuh dari warga kami juga beliau adalah juru kunci dari gunung Kemulan, bahkan konon pernah dikabarkan kakek itu sudah meninggal, tapi kami belum bisa memastikan, karena beliau kadang masih menemui jika kami masuk hutan sana..." jelas pak kades.
"Jadi beliau itu juru kuncinya pak...???" Tanya Subhan.
"Iya nak, karena itulah banyak dari para pendaki yang mencoba memasuki hutan tapi akhirnya mengurungkan niatnya seperti kalian, beliau memang yang menjaga hutan itu, beliau sudah bertahun-tahun tinggal dihutan, beliau tak punya tempat tinggal tetap, karena hutanlah tempat tinggalnya...." jelas pak Kades lagi.
"Oooo..." ucap Ratih sambil menggut-manggut.
"Baiklah lebih baik kalian tidur dulu, agar besok pagi kalian lebih segar saat bangun dan pulang ke rumah dengan semangat..." pak kades mempersilahkan untuk istirahat.
***
Setelah istirahat yang nyeyak dirumah pak kades, pagi itu suasana sangat sejuk, jalanan nampak sepi, udara masih bercampur kabut tipis dengan cahaya matahari yang mulai mengintip memancarkan cahaya emasnya.
Tapi Faisal sudah nampak terbangun lebih dulu menikmati pemandangan itu di depan rumah pak kades, kadang sesekali berjalan di sekitar kampung sambil memandangi pegunungan yang berlapis-lapis dengan gunung Kemulan ditengahnya.
"Dari sini sungguh nampak indah sekali gunung itu, aku sungguh ingin mencumbui hutanmu wahai gunung Kemulan yang anggun..." ucap Faisal dalam hati sambil duduk di sebuah batu tak jauh dari rumah pak Kades.
Tiba-tiba Arya datang sembari membawa dua cangkir kopi.
"Ngopi dulu kawan, biar hangat badan kita..." celetuk Arya.
"Hmm,,, mantep pagi-pagi gini ngopi..." ucap Faisal sambil nyeruput kopi dalam cangkir.
Dari depan rumah pak kades Subhan datang menghampiri.
"Sal, jam berapa kita berkemas dan siap-siap untuk pulang...???" Tanya Subhan.
Sejenak mereka terdiam, nampak Faisal menatap keatas seraya berfikir ulang tentang rencananya.
"Aku bingung Han, terus terang dari tadi aku selalu berpikir, kita pulang atau tetap melanjutkan perjalanan ini, aku masih penasaran dengan puncak gunung Kemulan itu Han..." jawab Faisal.
"Gila kamu Sal, itu gak mungkin Sal...!!! Selama ini gak ada pendaki yang masuk hutan itu, lagian disana sangat berbahaya seperti yang diramalkan kakek itu, kalo kita nekat masuk, kita pasti tidak akan selamat..." jelas Subhan dengan nada tinggi.
"Justru itu, aku tidak percaya ramalan kakek itu, aku ingin membuktikan kebenarannya..." jawab Faisal ngotot.
"Hee,,, kamu mau ngorbanin nyawa kami semua demi ambisimu yg tidak masuk akal itu...???" Subhan menghentak.
"Justru kamu yang tidak masuk akal, percaya mitos-mitos yang bodoh itu... kamu itu pengecut...!!!" gertak Faisal.
"Heey,,, sudah sudah sudah... jangan bertengkar kalian..." Dea dari kejauhan lari mencoba melerai.
Arya yang dari tadi disana juga hanya bisa diam saja.
Tak lama kemudian Rio dan Ratih datang.
"Ada apa ini...???" Tanya Ratih.
"Tanya saja sama Faisal, apa yang sebenarnya terjadi..." jawab Subhan sewot.
"Ada apa Sal...???" Tanya Rio.
"Aku punya ide lagi Rio, gimana kalo perjalanan ini tetap dilanjutkan, aku yakin kita akan mampu sampai puncak gunung itu..." ucap Faisal sembari menunjuk gunung Kemulan.
"Haaah... gila kamu Sal, itu sangat berbahaya..." ucap Rio.
"Iyaa itu sangat berbahaya, aku tidak mungkin ikut, lagian pak kades pasti tidak mengizinkan kita kesana...!!!" Ucap Ratih jutek.
"Apa kalian tidak ingin menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki dipuncak gunung Kemulan sepanjang sejarah...??? Masalah izin, bilang saja kita cuma mau ngecamp di danau dipinggir hutan sana... pasti beres..." Ucap Faisal merayu.
"Tidak, itu ide konyol... itu hanya ambisi pribadimu saja..." Subhan menolak.
"Baik, kalaupun kalian tidak setuju, biarpun sendiri, aku kan tetap melanjutkan perjalanan ini ke puncak..." tegas Faisal.
"Gila,,, itu sangat berbahaya Sal...!!!" Ucap Arya yang dari tadi hanya bisa termenung.
"Yaah gila atau tidak, ini adalah sudah menjadi keputusanku, akupun tidak memaksa kalian untuk ikut denganku..." Tekat Faisal.
"Heeh itu sangat bodoh Sal..." ucap Rio mengingatkan.
"Baik, kalo kalian gak mau ikut, silahkan kemas barang bawaan kalian dan silahkan pulang, biar aku sendiri disini dan nenyiapkan pendakian ke puncak..." ucap Faisal nekat.
Semua terdiam, tak ada yang bergeming apalagi bergerak meninggalkan tempat itu.
"Heei,,, ada apa dengan kalian...???" Gertak Faisal.
Dan semuanya masih tetap diam.
"Baiklah jika kalian tidak mau bergerak, aku yang terlebih dahulu berkemas dan mulai mendaki ke puncak..." tambah Faisal sembari pergi meninggalkan teman-temannya.
"Tunggu..." ucap Dea.
Seketika Faisal berhenti dan menengok ke arah Dea.
"Aku ikut kamu Sal, aku gak mungkin membiarkanmu sendirian melakukan perjalanan yang sudah lama kita siapkan ini..." jelas Dea.
Faisal nampak tersenyum dan menghampirinya.
Dan tak lama Arya juga mendekat.
"Aku juga ikut kamu Sal..." ucap Arya sembari menepuk pundak Faisal.
"Kalo Arya ikut, aku ikut juga..." ucap Rio.
"Tapi kamu ikut bukan karena pacar kamu Dea ikut kan Arya...?? Dan kamu Rio, ikut bukan karena semata-mata sahabatmu Arya ikutkan...???" Tanya Faisal.
"Gak penting apa itu alasannya, yang jelas kami tetap ikut denganmu Sal..." jelas Arya.
Faisal lantas menghampiri Subhan dan Ratih.
"Kalo kalian gak mau ikut dengan kami, aku akan mengantarmu sampai di pertigaan jalan raya kemaren, aku akan meminjam motor pak kades, sampai disana aku akan mencarikanmu angkutan. Aku juga ada beberapa barang yang harus aku beli disana..." ucap Faisal sambari merangkul Subhan dan Ratih untuk mendinginkan suasana.
"Faisal, Arya, semua nya, kesini sarapan dulu..." teriak pak kades menawarkan sarapan dari depan rumahnya.
"Baik pak..." jawab Arya sembari mendekat.
Setelah masuk kerumah pak kades, disana sudah tersaji aneka khas menu sarapan.
"Waahh... sedap-sedap sekali makanannya pak, jadi ngrepotin nih... hehehee..." ucap Subhan.
"Yaaah cuma ala kadarnya saja nak... ayoo dimakan bareng-bareng sudah lama aku gak merasakan makan rahat bareng-bareng kaya' gini..." ucap pak kades dengan nada bercanda.
Setelah selesai sarapan Faisal minta izin untuk berkemah di dekat danau dan sekalian meminjam motor pak kades untuk mengantar Subhan dan Ratih pulang.
Dan pak kadespun dengan senang hati meminjamkan motornya.
Sembari menunggu Faisal datang, teman-teman yang lain berkemas packing barang-barang bawaannya.
Tak lama kemudian Faisal datang dengan membawa beberapa barang yang baru saja dibeli dari pasar yang tak jauh dari kampung itu.
Setelah semuanya rapi, mereka berpamitan lagi sama pak kades untuk berniat melanjutkan petualangannya yang sempat tertunda.
"Baik kalo begitu kami pamit dulu pak, makasih atas bantuannya selama ini..." ucap Faisal.
"Hhmm... santai aja nak Faisal, kami sangat senang kedatangan anak-anak muda seperti kalian... jangan lupa tetap hati-hati diperjalanan, walau sebenarnya aku tidak mengizinkan, tapi aku yakin kalian akan baik-baik saja kalau sekedar berkemah disana..." ucap pak kades.
"Baik pak makasih banyak..." ucap Faisal.
"Oia, kalo kalian mau pulang nanti jangan lupa mampir dulu kesini lagi, biar kami gak menghawatirkan kalian..." ucap pak kades lagi.
"Baik pak, insya'Allah kami pasti mampir lagi pak..." ucap Arya sambil melambaikan tangan.
***
Ini adalah petualangan empat anak manusia yang penuh ambisi, tanpa menghiraukan apapun mereka hanya tertuju pada satu impian, puncak gunung Kemulan, puncak gunung yang angker dan sakral.
Padahal gunung itu penuh dengan rintangan, dari waktu ke waktu daerah itu terlindungi oleh mitos dan memang tak pernah terjelajahi sebelumnya.
Secara geologi kawasan itu berbentuk berbukit-bukit yang menjadikan siapapun yang masuk akan mudah tersesat, apalagi disana hutannya sangat rapat dan selalu ditutupi kabut sepanjang musim, membuat keadaan lembab dan sangat gelap sepanjang waktu.
Mungkin karena inilah yang menjadikan kawasan ini menjadi angker dan disakralkan oleh penduduk setempat.
Tapi apapun keadaan itu, rasa penasaran keempat pemuda ini menjadikan mereka tak menghiraukan semua larangan.
"Hahahaaa... ini adalah petualangan terbesarku, yang akan tercatat dalam sejarah hidupku bahkan sejarah dunia, bahwa akulah orang yang pertama menginjakkan kaki di puncak yang paling sakral itu...
Dan buat setan dan dedemit disana, menyingkirlah kalian...!!!
Aku sang manusia dewa hendak menembus istana kalian yang tertutup itu.. hahahaa..." ucap Faisal dalam hati penuh keangkuhan. Sembari berjalan menuju hutan rimba yang diiringi Arya, Dea dan Rio. Mereka berempat melangkah dengan pasti.
============BERSAMBUNG============
Untuk kelanjutannya KLIK DISINI
Sebelum melanjutkan ceritanya jangan lupa ambil nafas panjang dulu, karena ceritanya akan lebih seru dan mendebarkan.
Banyak kejadian yang akan menimpa keempat petualang ini.
Malapetaka apa yang akan mereka alami...???
Yuukk silahkan dilanjut, klik link diatas...
Perlengkapan kelompok
* Tenda
* peralatan masak
- nesting/trangia
- kompor lapangan +bahan bakar
- korek api
- pisau dapur
- piring, gelas, sendok
* parang
* tali rafia
* tisue basah/kering
* lilin
* terpal/flesit
* camera
* dirigen/botol air
* tresbag/plastik sampah besar
Perlengkapan pribadi
* pakaian tidur
- matras
- sleeping bag
- jaket tebal
- baju hangat
- celana panjang
- kupluk
- sarung tangan hangat
- kaos kaki
* pakaian treking
- sepatu & sandal gunung
- kaos lengan panjang
- celana panjang/pendek
- kacamata hitam
- topi lapangan
- masker
- sarung tangan
- gesper
* raincoat/jas hujan
* senter + batu batre cadangan
* daypack/ceril
* dompet +identitas diri +uang cash
* handpone +charger +powerbank
* kertas catatan +polpen
Logistik
* beras
* mie instan
* roti tawar/isi
* telor
* minyak goreng
* bumbu instan (kecap, saus dll)
* bumbu dapur
* abon
* krecek/krupuk
* sayuran segar
* buah-buahan
* susu
* coklat
* agar-agar
* teh, kopi, gula
* kacang hijau
* gula merah
* jahe
* kurma
* snack
P3K
* obat merah/betadine
* plaster +kain kasa/perban
* kapas
* multivitamin
* obat mag
* obat pusing
* obat diare
* obat masuk angin
* balsem
* minyak angin
* sunblock/loution handbody
* obat-obatan pribadi
Demikianlah perbekalan yang sering saya gunakan sebagai patokan checklist sebelum melakuakan perjalanan terutama pendakian gunung. Dan semua checklist diatas sifatnya tidak mengikat alias bisa disesuaikan dengan selera, kebutuhan dan kondisi.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Terimakasih.
By: Ahmad Pajali Binzah
====================================
Ahmad Pajali Binzah
March 21, 2015
New Google SEO
Bandung, Indonesia* Tenda
* peralatan masak
- nesting/trangia
- kompor lapangan +bahan bakar
- korek api
- pisau dapur
- piring, gelas, sendok
* parang
* tali rafia
* tisue basah/kering
* lilin
* terpal/flesit
* camera
* dirigen/botol air
* tresbag/plastik sampah besar
Perlengkapan pribadi
* pakaian tidur
- matras
- sleeping bag
- jaket tebal
- baju hangat
- celana panjang
- kupluk
- sarung tangan hangat
- kaos kaki
* pakaian treking
- sepatu & sandal gunung
- kaos lengan panjang
- celana panjang/pendek
- kacamata hitam
- topi lapangan
- masker
- sarung tangan
- gesper
* raincoat/jas hujan
* senter + batu batre cadangan
* daypack/ceril
* dompet +identitas diri +uang cash
* handpone +charger +powerbank
* kertas catatan +polpen
Logistik
* beras
* mie instan
* roti tawar/isi
* telor
* minyak goreng
* bumbu instan (kecap, saus dll)
* bumbu dapur
* abon
* krecek/krupuk
* sayuran segar
* buah-buahan
* susu
* coklat
* agar-agar
* teh, kopi, gula
* kacang hijau
* gula merah
* jahe
* kurma
* snack
P3K
* obat merah/betadine
* plaster +kain kasa/perban
* kapas
* multivitamin
* obat mag
* obat pusing
* obat diare
* obat masuk angin
* balsem
* minyak angin
* sunblock/loution handbody
* obat-obatan pribadi
Demikianlah perbekalan yang sering saya gunakan sebagai patokan checklist sebelum melakuakan perjalanan terutama pendakian gunung. Dan semua checklist diatas sifatnya tidak mengikat alias bisa disesuaikan dengan selera, kebutuhan dan kondisi.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Terimakasih.
By: Ahmad Pajali Binzah
====================================
Baca juga cerpen tentang petualangan:
[Cerpen] Istri Muda
[Cerpen] Aku Benci Ibu
[Cerpen] Pendakian Terindah
[Cerpen] Aku Hanya Pendaki Gunung Lawu[Cerpen] Istri Muda
[Cerpen] Aku Benci Ibu
[Cerpen] Pendakian Terindah
Mendaki gunung adalah kegiatan yang akhir-akhir ini menjadi favorit untuk mengisi waktu libur. Tidak hanya digemari oleh anak muda tetapi juga para orang tua, remaja bahkan anak-anak siswa sekolah dasar.
Tapi sayangnya hal yang mulai populer dan mulai banyak peminat tersebut tidak diimbangi dengan pemahaman minimal tentang hal yang kurang atau tidak layak dilakukan saat mendaki atau saat sedang berkemah.
Untuk itu, sebagai insan yang mencintai lingkungan sudah seharusnya kita menjaga kelestariannya, dengan tetap menjaga etika-etika yang baik saat mendaki ataupun sekedar berkemah.
Berikut seharusnya etika seorang pendaki gunung:
1. Melapor/izin kepada pihak terkait sebelum mendaki
Hal ini untuk sekedar mencatatkan identitas diri dan juga mencegah kemungkinan-kemungkinan buruk jika terjadi di hutan. Semisal jika kita belum turun dari waktu yang direncanakan biasanya perangkat desa akan mencoba mencari tahu atau bahkan tim SAR akan melakukan pencarian kedalam hutan.
2. Tidak membuang sampah sembarangan
Ini adalah masalah yang kongkrit dan kronis yang terjadi selama ini. Bisa dipastikan disetiap jalur pendakian pasti akan banyak sampah plastik yang bertebaran dimana-mana terutama di selter-selter tempat mendirikan tenda.
Sampah plastik wajib dibawa turun kembali.
3. Tidak merusak apapun yang ada di hutan
Kita bisa lihat disetiap selter atau tempat-tempat untuk mendirikan tenda pasti banyak dari beberapa pendaki yang menebang pohon untuk perapian atau sekedar membuat patok tenda, padahal jelas sebagai orang yang mengatasnamakan pecinta alam seharusnya menjaga alam bukan malah merusaknya.
Untuk itu diharapkan kita lebih bijak dalam menggunakan sumber daya yang ada, kalaupun kita butuh kayu sebaiknya pilih pohon yang sudah mati atau ambil ranting-ranting ditanah yang sudah kering.
Hindari membuat perapian, kalaupun mendesak pastikan api benar-benar padam saat kita akan meninggalkan. Untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Kasus yang serupa adalah tentang bunga edelweis, banyak para pendaki yang kurang paham dengan kelestarian pohon ini, alih-alih sebagai cendra mata atau oleh-oleh kita tanpa sadar mengabaikan kelestarian alam. Mungkin kita sering berfikir "memetik cuma setangkai tidak berpengaruh pada kelestarian" yaa itu benar tidak berpengaruh signifikan, tapi coba bayangkan jika tiap minggu di suatu gunung ada 5000 pendaki, dan setiap pendaki memetik satu tangkai edelweis, berapa luas padang edelweis yang akan rusak, itu baru seminggu coba jika dikalikan sebulan atau setahun, bisa dipastikan padang edelweis akan porak-poranda.
Contoh sederhana yang sering kita lihat adalah membuat jalur baru diluar jalur resmi, alih-alih memotong jalur agar lebih cepat, banyak dari para pendaki membuat jalur baru, padahal selain membahayakan diri sendiri karena bisa tersesat, juga secara pasti akan merusak hutan dan ekosistem di jalur baru tersebut. Bayangkan setiap kita membuat jalur baru berapa pohon yang akan kita tebang, berapa lahan yang kita terobos yang dapat mengganggu habitan binatang disekitar daerah tersebut, berapa semak yang akan kita roboh-robohkan dan tentunya penyebaran sampah plastik akan lebih luas. Karena bisa dipastikan setiap jalur pasti takkan luput dari sampah plastik.
4. Tidak mencemari sumber air
Kita harus tahu, bahwa mata air yg mengalir kecil itu adalah sumber kehidupan bagi penduduk yang hidup dibawahnya. Jadi jangan sekali-kali mencemarinya.
Gunakan sesuai keperluan, kalaupun kita harus menggunakannya untuk mencuci peralatan makan ataupun mandi, sebaiknya pilih aliran sungai yang agak besar yang dibawahnya tidak digunakan untuk minum penduduk. Dan jangan sekali-sekali menggunakan sabun atau deterjen.
5. Jika BAB menggunakan sistem gali lubang tutup lubang
Hal ini yang jarang dipahami oleh sebagian pendaki, khususnya pendaki pemula. Karena biasanya mereka seenaknya membuang sisa hasil pencernaannya disembarang tempat, bahkan di jalur pendakian. Selain dapat menjadi polusi udara dan polusi lingkungan juga sangat mengganggu pendaki lain.
Sebagai pendaki yang peduli lingkungan, sebaiknya jika hendak buang air besar harus lebih memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-pilih lokasi yang aman, jauh dari aliran air dan jauh dari jalur pendakian jangan lupa pastikan aman dari binatang yang berbahaya.
-bawa air dalam botol khusus untuk membersihkan, bisa juga menggunakan tisu, jangan sekali-kali membersikannya di aliran air.
-gunakan sistem gali lubang tutup lubang. Jangan membuat ranjau untuk pendaki lain. Hal ini agar kotoran tidak mencemari lingkungan dan akan cepat terurai. Jika kita tidak membawa parang, bisa juga menggunakan kayu untuk menggali, atau bisa juga dengan mencabut seikat rumput karena biasanya rumput atau semak jika dicabut bekas akarnya akan membentuk lubang, setelah selesai hendaknya tutup kembali dengan rumput tadi seperti semula.
6. Mentaati norma-norma dan adat istiadat setempat
Ingat bahwa kita adalah tamu, hendaklah bersikap sopan dan arif, karena kita juga membawa nama baik kota asal kita. Saat kita memasuki hutan kita juga sebagai tamu, hendaklah menjadi tamu yang baik, jangan membuat kegaduhan yang dapat mengganggu flora dan fauna disana apalagi berburu. Jangan membawa minuman keras, jangan bertindak asusila atau hal-hal lain yang melanggar norma-norma di daerah setempat. Sekali lagi jaga nama baik kita dan kota asal kita.
Demikianlah penjabaran beberapa etika seorang seorang pendaki yang seharusnya kita miliki sebelum mendaki. Mungkin masih banyak lagi hal-hal yang lain yang tak tertulis baku tapi harus kita taati saat kita sedang mendaki atau berada di daerah tertentu.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua agar kita lebih arif saat berkegiatan dialam terbuka.
Selamat mendaki....
Salam rimba...!!! Salam lestari...!!!
By: Ahmad Pajali Binzah












































