Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang paling aktif diantara deretan gunung-gunung berapi yang ada di Nusantara. Sejarah juga telah mencatat beberapa kali gunung ini mengalami erupsi yang sangat berbahaya dan bahkan menelan banyak korban jiwa.
Terlepas dari itu, gunung Merapi juga menyimpan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan termasuk para penggiat di alam bebas. Yaa, karena keekstimannya membuat para pendaki makin tertantang untuk menggapai puncaknya. Walaupun sebenarnya untuk pendakian gunung Merapi ini hanya diperbolehkan sebatas sampai pasar Bubrah saja. Namun demikian, masih banyak pendaki yang nekat naik hingga sampai puncak.
Terlepas dari pro dan kontra tentang batas pendakian, saya disini hanya ingin membahas tentang rute dan jalur pendakian menuju puncak Merapi via jalur Selo, beserta penjabaran tips dan info lengkapnya.
Oke kita mulai reviewnya,
Bagi yang menggunakan jalur kereta, baik dari arah barat seperti Jakarta, Bandung, Bekasi dll, atau dari arah timur seperti Surabaya, Malang dll, pertama-tama kita harus menuju stasiun di kota Solo, baik stasiun Jebres, Balapan, atau stasiun Purwosari. Setelah dari Solo kita naik bus jurusan Semarang dan berhenti di perempatan Sukowedanan Boyolali, atau lebih amannya bilang saja sama keneknya minta turun di perempatan Sukowedanan.
Setelah dari perempatan Sukowedanan kita naik minibus menuju pasar Cepogo, dari sini kita bisa menemukan banyak angkutan menuju Selo, baik mobil bak sayur, minibus, bahkan banyak mobil carteran yang siap mengantar kita langsung menuju basecamp.
Namun jika kita mengambil rute dari semarang, baik dari arah barat maupun timur, kita bisa turun di stasiun Tawang atau stasiun Poncol, setelah itu kita menuju terminal Terboyo untuk naik bus jurusan Solo dan turun di Boyolali.
Dari Boyolali ikuti rute seperti diatas.
Jika kita menggunakan bus kurang lebih juga sama rutenya. Dari jakarta bisa langsung naik bus jurusan Boyolali, atau jurusan Semarang, terus dilanjut seperti rute diatas.
****
Oke, karena saya start perjalanan dari Pekalongan jadi saya lebih memilih menggunakan alat transportasi sepeda motor, karena selain alasan ekonomis juga kita bisa keliling-keliling kota Jogja terlebih dahulu, sebelum melakukan pendakian. Itung-itung touring kecil-kecilan. Hehee.
Oiya sekedar saran, perjalanan dengan sepeda motor masih direkomendasikan selama jarak tempuh tidak lebih dari 250km. Jika jaraknya terlalu jauh sebaiknya menggunakan angkutan umum. Karena setelah mendaki biasanya tubuh kita mengalami kelelahan, baik secara fisik maupun konsentrasi, dan ini sangat berbahaya jika kita berkendara dengan sepeda motor.
****
Setelah persiapan yang matang selama beberapa hari sebelumnya, perjalanan pun dimulai, karena kami menggunakan sepeda motor otomatis kami bisa jalan-jalan terlebih dahulu untuk berkrliling ke lokasi wisata sebelum menuju basecamp Selo.
Dari Pekalongan ke Jogja membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, jika perjalanan dari Pekalongan pagi, berarti sebelum jam 12 siang kita sudah sampai di Jogja. Jadi masih ada jeda dari jam 12 siang sampai menjelang malam untuk menikmati jalan-jalan sebelum menuju Selo.
![]() |
| Pertama memasuki kota Jogja, tempat inilah yang langsung kami tuju |
![]() |
| Setelah lelah shopping2 di sepanjang jalan Malioboro, kini saatnya menikmati nasi angkringan |
![]() |
| Jeprat-jepret |
Setelah sehabis maghrib perjalanan dilanjutkan menuju base camp gunung Merapi di Selo, dari Jogja ke Selo ditempuh 1,5 jam lumayan ngebut dikit (kecepatan rata-rata 60kpj). Kita akan tiba di basecamp sekitar jam 19.30wib yang dilanjut makan-makan dan ngobrol santai di sekitar basecamp sambil mencari-cari informasi.
![]() |
| suasana base camp yang tidak berubah dari 9 tahun yang lalu |
Setelah di basecamp sebaiknya kita tidur seawal mungkin karena nanti kita start mendaki sekitar pukul 00 dini hari. Jangan lupa pasang alarm agar tidur kita tidak kebablasan. Karena jika start pendakian kita telat, maka kita tak bisa menikmati sunrise tepat di puncak Merapi yang tentunya kita akan terkena terik matahari karena kesiangan.
Basecamp ke New Selo (20 menit)
Setelah start dari basecamp Selo, perjalanan melewati aspal yang sedikit menanjak sekitar 20 menit kita akan sampai di gardu pandang NEW SELO. Yaitu sebuah tanah datar yang cukup luas dan bisa menampung parkir lebih dari 10 mobil dan juga dapat menampung lebih banyak untuk parkir motor, dan lokasi ini termasuk tempat wisata yang cukup menarik dan selalu ramai oleh wisatawan yang ingin sekedar menikmati pemandangan dan udara pegunungan. karena dari tempat ini kita dapat menikmati pemandangan lereng gunung Merbabu yang megah dan indah.
Basecamp ke New Selo (20 menit)
Setelah start dari basecamp Selo, perjalanan melewati aspal yang sedikit menanjak sekitar 20 menit kita akan sampai di gardu pandang NEW SELO. Yaitu sebuah tanah datar yang cukup luas dan bisa menampung parkir lebih dari 10 mobil dan juga dapat menampung lebih banyak untuk parkir motor, dan lokasi ini termasuk tempat wisata yang cukup menarik dan selalu ramai oleh wisatawan yang ingin sekedar menikmati pemandangan dan udara pegunungan. karena dari tempat ini kita dapat menikmati pemandangan lereng gunung Merbabu yang megah dan indah.
New Selo ke gapuro hutan (1 jam)
Setelah dari NEW SELO, perjalanan diteruskan dengan menyusuri jalan setapak yg sudah dibeton, lumayan tidak berdebu tapi bikin perjalanan membosankan di kaki karena terlalu monoton. Setelah berjalan mendaki sekitar 1 jam kita akan tiba di sebuah gapuro di tengah hutan yg menandakan perbatasan antara hutan taman nasional dengan ladang penduduk. Disini terdapat gasebo semacam gardu kecil yang bisa digunakan untuk istitahat sejenak.
Gapuro ke pos 2 (30 menit)
Setelah istirahat perjalanan dilanjutkan menuju pos 1 menembus rimbunya hutan lereng Merapi dengan medan berupa tanah dan sedikit batu serta berdebu, yang tentunya akan menjadi licin jika musim penghujan. Untuk menuju pos 1 kita membutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan. Di Pos 1 terdapat sebuah tugu dan gasebo yang bisa di gunakan untuk istirahat.
Pos 1 ke pos 2 (2jam)
Perjalanan kita lanjutkan munuju pos 2, dari sini trek sudah mulai curam namun masih adem oleh kanopi hutan yang masih tergolong rimbun. Dari pos 1 menuju pos 2 jalur menuju puncak merapi terdapat dua pilihan. Jalur punggung gunung dengan medan berupa bebatuan yang terjal dan jalur lereng gunung (jalur evakuasi) dengan medan jalan setapak berupa tanah dengan bonus menuruni lembahan sepanjang jalur. Dan sebaiknya kita ambil jalur punggungan karena selain lebih aman, jalur ini juga jalur yang direkomendasikan. Karena jalur evakuasi cenderung terjal dan penuh jurang.
Dari pos 1 menuju pos 2 ini juga banyak percabangan jalur namun percabangan tersebut masih bertemu ke jalur yang sama. Namun untuk keselamatan dan keamanan kita sebaiknya ambil jalur yang lebih besar, jangan ikuti jalur potongan.
Untuk menuju pos 2 ini kita membutuhkan waktu pendakian sekitar 2 jam perjalanan. Namun di pos 2 terdapat gasebo dan tanah yang cukup lapang untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Dari pos 1 menuju pos 2 ini juga banyak percabangan jalur namun percabangan tersebut masih bertemu ke jalur yang sama. Namun untuk keselamatan dan keamanan kita sebaiknya ambil jalur yang lebih besar, jangan ikuti jalur potongan.
Untuk menuju pos 2 ini kita membutuhkan waktu pendakian sekitar 2 jam perjalanan. Namun di pos 2 terdapat gasebo dan tanah yang cukup lapang untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
![]() |
| Treck menuju pasar Bubrah |
Pos 2 ke pasar Bubrah (1 jam)
Setelah dari pos 2 perjalanan dilanjutkan menuju pasar Bubrah dengan melewati batas vegetasi dan treknya cenderung berpasir dan terjal. Disini kita harus ekstra hati-hati karena trek pasir cenderung licin, jalurnya pun melewati punggungan tipis yang kiri dan kanannya terdapat jurang. Selain treknya yang makin ekstrim, suhu dan cuacanya pun juga lebih ekstrim, kalau malam suhunya sangat dingin, tak jarang disini kalau pagi terjadi badai kabut, kalo cerah pun cuaca jadi sangat terik dan panas karena disini memang tak ada lagi pepohonan, otomatis terik matahari akan langsung memapar ke tubuh kita dan juga memapar ke bebatuan sekitar kemudian panas itu memantul yang menjadikan cuaca semakin panas. Pos 2 menuju pasar Bubrah membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
Setelah dari pos 2 perjalanan dilanjutkan menuju pasar Bubrah dengan melewati batas vegetasi dan treknya cenderung berpasir dan terjal. Disini kita harus ekstra hati-hati karena trek pasir cenderung licin, jalurnya pun melewati punggungan tipis yang kiri dan kanannya terdapat jurang. Selain treknya yang makin ekstrim, suhu dan cuacanya pun juga lebih ekstrim, kalau malam suhunya sangat dingin, tak jarang disini kalau pagi terjadi badai kabut, kalo cerah pun cuaca jadi sangat terik dan panas karena disini memang tak ada lagi pepohonan, otomatis terik matahari akan langsung memapar ke tubuh kita dan juga memapar ke bebatuan sekitar kemudian panas itu memantul yang menjadikan cuaca semakin panas. Pos 2 menuju pasar Bubrah membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan.
![]() |
| Team Batik Binzah tetep kompak |
![]() |
| Pasar Bubrah dilihat dari kejauhan, dipenuhi tenda warna-warni dan puncak Merapi yang mengintip dari balik kabut. |
Pasar Bubrah ke puncak (1 jam)
Sebenarnya anjuran batas pendakian Gunung Merapi adalah hanya sampai di pasar Bubrah, namun lagi-lagi banyak yang tak mempedulikan himbauan dan larangan tersebut, dan semua keputusan ada pada diri kita masing-masing, mau mengikuti aturan atau siap menerima resiko yang ada.
Dan saya sebagai penulis tetap menganjurkan untuk mengakhiri pendakian hanya sampai di pasar Bubrah dan setelah itu balik badan, pulang.
Oke kita lanjut lagi, walau saya tidak merekomendasikan, tapi kita lanjut reviewnya.
Dari pasar Bubrah perjalanan dilanjutkan melewati jalur yang menurut saya salah satu jalur terekstrim yang pernah saya daki. Jalur pasir hidup yang membuat pijakan kita terbenam dan akan memakan energi ekstra membuat kita harus benar-benar fit sebelum memutuskan menuju puncak. Selain jalur pasir yang licin, treknya pun cenderung lebih curam. Jadi kita dituntut untuk tetap fokus dan berhati-hati.
Dari pasar Bubrah menuju puncak 2930 membutuhkan waktu sekitar 1 jam pendakian.
(Oiya foto-foto dibawah ini adalah foto hasil jepretan di tahun 2014 sebelum ada himbauan pasar Bubrah)
Sebenarnya anjuran batas pendakian Gunung Merapi adalah hanya sampai di pasar Bubrah, namun lagi-lagi banyak yang tak mempedulikan himbauan dan larangan tersebut, dan semua keputusan ada pada diri kita masing-masing, mau mengikuti aturan atau siap menerima resiko yang ada.
Dan saya sebagai penulis tetap menganjurkan untuk mengakhiri pendakian hanya sampai di pasar Bubrah dan setelah itu balik badan, pulang.
Oke kita lanjut lagi, walau saya tidak merekomendasikan, tapi kita lanjut reviewnya.
Dari pasar Bubrah perjalanan dilanjutkan melewati jalur yang menurut saya salah satu jalur terekstrim yang pernah saya daki. Jalur pasir hidup yang membuat pijakan kita terbenam dan akan memakan energi ekstra membuat kita harus benar-benar fit sebelum memutuskan menuju puncak. Selain jalur pasir yang licin, treknya pun cenderung lebih curam. Jadi kita dituntut untuk tetap fokus dan berhati-hati.
Dari pasar Bubrah menuju puncak 2930 membutuhkan waktu sekitar 1 jam pendakian.
(Oiya foto-foto dibawah ini adalah foto hasil jepretan di tahun 2014 sebelum ada himbauan pasar Bubrah)
![]() |
| Treck dari pasar Bubrah menuju puncak Merapi |
![]() |
| Detik-detik menuju puncak, lereng yang curam |
Dan setelah melakukan pendakian yang melelahkan dari basecamp menuju puncak 2930mdpl yang memakan waktu total sekitar 6 jam pendakian. Namun rasa lelah itu akan terbayar setelah kita mempu menginjakan kaki di tempat paling tinggi seprovinsi Jogjakarta.
Dari sini kita bisa menikmati pemandangan yang sangat spektakuler, kawah gunung berapi yang menganga mengepulkan asap volkaniknya, dan kita juga bisa menikmati pemandangan lautan awan yang membentang, di sebelah utara terdapat lereng Merbabu yang terlihat sangat gagah, di sebelah timur terlihat gugusan puncak gunung Lawu yang menjulang menembus awan. Disebelah barat terdapat gugusan sejoli gunung Sindoro-Sumbing.
Dari sini kita bisa menikmati pemandangan yang sangat spektakuler, kawah gunung berapi yang menganga mengepulkan asap volkaniknya, dan kita juga bisa menikmati pemandangan lautan awan yang membentang, di sebelah utara terdapat lereng Merbabu yang terlihat sangat gagah, di sebelah timur terlihat gugusan puncak gunung Lawu yang menjulang menembus awan. Disebelah barat terdapat gugusan sejoli gunung Sindoro-Sumbing.
Yaa, bagi seorang pendaki pemandangan seprti ini mempunyai kesan tersendiri dan akan selalu mendamaikan hati.
Oiya batuan di puncak tergolong batuan muda yang sangat labil, juga dikelilingi jurang yang berbahaya, jadi sebaiknya tetap hati-hati dan jangan selfie-selfie yang berlebihan.
Oiya batuan di puncak tergolong batuan muda yang sangat labil, juga dikelilingi jurang yang berbahaya, jadi sebaiknya tetap hati-hati dan jangan selfie-selfie yang berlebihan.
![]() |
| Bendera Batik Binzah berkibar di puncak Merapi |
![]() |
| Puncak Merapi dengan background gunung Merbabu |
![]() |
| Puncak Merapi, dengan background titik tertinggi Merapi |
![]() |
| Team Batik Binzah |
Setelah kita puas menikmati puncak merapi sang panorama alam , sebaiknya maksimal 2 jam kita berada di puncak, dan setelah itu kita harus turun dengan arah yang sama munuju pasar bubrah.
Dan untuk perjalanan turun memakan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan. Tergantung kondisi fisik dan barang bawaan.
Dan untuk perjalanan turun memakan waktu sekitar 4-5 jam perjalanan. Tergantung kondisi fisik dan barang bawaan.
![]() |
| Perjalanan turun masih dibayangi kabut tebal |
![]() |
| Istirahat sambil menikmati pemandangan lereng gunung Merbabu |
Tips dan info lengkapnya
• gunung Merapi merupakan gunung dengan trek yang menantang, sebaiknya persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai.
• jangan lupa pakai sepatu gunung, karena trek berpasir akan beresiko jika menggunakan sandal.
• sebaiknya start mendaki dimulai pukul 00 dini hari, karena jika dimulai pagi tentunya sepanjang perjalanan akan terpapar panas matahari yang menyengat, karea sebagian jalur merupakan area terbuka.
• jika menggunakan angkutan umum sebaiknya pilih yang carteran, karena kita akan diantar sampai di depan basecamp.
• di Selo terdapat pasar, jadi untuk perbekalan logistik bisa disiapkan disini.
• di pasar Selo juga terdapat mesin atm, jadi sebaiknya persiapkan untuk masalah keuangan, karena di sepanjang jalur juga banyak penjual makanan, jadi uang cash masih tetap berlaku.
• gunung Merapi merupakan gunung dengan trek yang menantang, sebaiknya persiapkan fisik dan perlengkapan yang memadai.
• jangan lupa pakai sepatu gunung, karena trek berpasir akan beresiko jika menggunakan sandal.
• sebaiknya start mendaki dimulai pukul 00 dini hari, karena jika dimulai pagi tentunya sepanjang perjalanan akan terpapar panas matahari yang menyengat, karea sebagian jalur merupakan area terbuka.
• jika menggunakan angkutan umum sebaiknya pilih yang carteran, karena kita akan diantar sampai di depan basecamp.
• di Selo terdapat pasar, jadi untuk perbekalan logistik bisa disiapkan disini.
• di pasar Selo juga terdapat mesin atm, jadi sebaiknya persiapkan untuk masalah keuangan, karena di sepanjang jalur juga banyak penjual makanan, jadi uang cash masih tetap berlaku.
• Gunung Merapi tergolong gunung yg tidak begitu tinggi (2930mdpl) jadi masih bisa didaki dengan sistem tik-tok alias tidak bertenda, apalagi disepanjang jalur tidak ada mata air, jadi sangat susah untuk acara masak-memasak, kalaupun mau ngecamp persediaan air sepenuhnya harus dibawa dari basecamp.
Karena kami mendaki sistem tik-tok jadi yang dibawa tidak terlalu berat, nasi bungkus masing-masing 3 bungkus (bisa beli didepan basecamp), air mineral masing-masing per-orang 3 botol (isi 1,5L).
Goreng-gorengan, roti+seley, madu, biscuit, susu siap minum, coklat, dan snack, yang penting cukup untuk semua anggota taem.
Jangan lupa obat-obatan, jaket tebal, celana panjang, jas ujan, topi, sarung tangan, slayer, sepatu gunung, senter, power bank, dan kamera.
Mungkin ini saja review perjalanan saya, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin melakukan pendakian ke gunung Merapi.
Jangan lupa tetap safety first dan menjaga kebersihan selama pendakian.
Karena sampahmu adalah tanggung jawabmu...!!!!
Jangan lupa tetap safety first dan menjaga kebersihan selama pendakian.
Karena sampahmu adalah tanggung jawabmu...!!!!
"SELAMAT MENDAKI"
******************************************
******************************************
Lagi-lagi tentang Bogor, yaa kalau mau membahas tentang wisata curug yang lokasinya tak jauh dari ibu kota Jakarta, tentunya Bogor memang jawabannya. Dan pantas saja kota ini dijuluki negeri seribu curug.
Oke gak usah bertele-tele, untuk kali ini saya ingin membahas curug Nangka yang berada di kawasan Taman Nasional Halimun Salak tepatnya di kaki Gunung Salak sebelah utara yaitu di desa Warung Loa, kecamatan Tamansari, Bogor.
Untuk menuju ke lokasi ini bisa ditempuh dengan dua moda transportasi yaitu angkutan umum dan kendaraan pribadi.
Jika hendak menggunakan angkutan umum. Jika dari Jakarta sebaiknya menggunakan jasa kereta api (KRL) selain lebih cepat juga lebih ekonomis.
Setelah kita sampai di stasiun Bogor diteruskan naik angkot 02 ke Mall BTN dengan tarif Rp 7.000,- lalu turun di depan mall BTN. Dilanjut lagi naik Angkot 03 Arah Ciapus dengan tarif Rp 8.000,- (tarif bisa berubah sewaktu-waktu) dari Ciapus kita bisa jalan kaki atau naik ojeg.
Jika naik kendaraan Pribadi pertama-tama kita menuju ke kota Bogor terus cari ke arah Ciapus. Untuk simpelnya bisa buka google map.
Oke, karena perjalanan saya kemarin mengajak balita, agar lebih safety saya menggabung dua moda transportasi tersebut. Yaitu dari Jakarta istri dan anak saya, saya antar ke stasiun untuk naik KRL jurusan Bogor. Lalu saya sendiri melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor menuju Bogor. Baru di stasiun Bogor kami bertemu kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju curug Nangka.
Karena bagaimanapun berkeliling mengunjungi spot-spot menarik disuatu daerah menggunakan sepeda motor jauh lebih menyenangkan dibanding menggunakan kendaraan roda empat ataupun angkutan umum.
Dan karena kami malas bertanya-tanya dan cari simpelnya saja jadi kami menggunakan aplikasi google maps. Tinggal pencet dan ikuti rute yang tertera di layar handphone saya.
Setelah perjalanan berkendara sekitar satu jam (maklum ngajak balita gak berani ngebut) akhirnya kami sampai di gerbang curug Nangka. Disini terdapat dua gerbang yang masing-masing menarik biaya restribusi, jika ditotal untuk dua orang + satu motor sebesar Rp 45.000,- lumayan mahal memang jika dibanding dengan curug Cilember atau curug-curug lain pada umumnya.
Dengan rincian retribusi sebagai berikut:
Karcis masuk pengunjung Taman Nasional
2 orang x 7.500 = 15.000
Karcis masuk wisata Curug Nangka
2 orang x 7.500 = 15.000
Kontribusi asuransi
2 orang x 2.000 = 4.000
Kontribusi perawatan dan kebersihan
2 orang x 3.000 = 6.000
Karcis masuk kendaraan roda dua
1 motor x 5.000 = 5.000
Jika ditotal Rp 45.000,-
![]() |
| Macam-macam tiket sekali masuk |
Tapi untuk menikmati keindahan curug Nangka ini gak apa-apalah sesekali. Dan uang segitu dirasa cukup seimbang jika dilihat dari fasilitas dan untuk menjaga kebersihan kelestarian alam disekitar curug Nangka.
Oke kita lanjut lagi reviewnya,
Setelah membayar restribusi kita memasuki kawasan Taman Nasional dengan kiri kanan jalan penuh hutan pinus.
Setelah berjalan sekitar 500 meter dari gerbang kita akan sampai di lokasi parkir.
Disini area parkirnya cukup luas, bisa menampung sekitar 100 motor dan 50an mobil.
![]() |
| Lokasi parkir |
Di tempat parkir ini juga terdapat warung makan, toko sovenir, mushola, toilet dll.
Jadi nanti sebelum pulang alangkah baiknya kita membeli oleh-oleh disini. Karena disini termasuk lengkap dalam menyediakan oleh-oleh khas curug Nangka.
![]() |
| Pusat oleh-oleh khas curug Nangka |
Dari tempat parkir perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan yang cukup lebar dan sudah tertata rapi. Disepanjang perjalanan juga banyak dijumpai kera-kera liar yang sering meminta makanan dari para pengunjung bahkan tak jarang sering merampas barang bawaan pengunjung. Untuk itu harap berhati-hati jika membawa makanan sebaiknya dimasukan ke dalam tas.
![]() |
| Sekawanan kera liar |
Setelah berjalan kaki sekitar 500 meter kita akan sampai di rest area atau tempat untuk sekedar bersantai dan istirahat. Disini keadaannya sangat adem karena dipenuhi dengan pohon pinus nan rindang. Disini fasilitasnya cukup lengkap mulai dari Mushola, toilet, warung makan kecil, sarana flaying fox dll.
![]() |
| Hutan pinus yang adem |
Dari rest area ini perjalanan dilanjutkan sedikit menanjak dan tak sampai 100 meter kita akan sampai di pertigaan jalur. Jika kita ambil ke kiri kita akan sampai di curug Nangka, namun jika lurus kita akan sampai di curug Daun dan curug Kawung.
![]() |
| Plang petunjuk arah |
Karena tujuan utama saya adalah curug Nangka maka perjalanan saya menuju ke kiri menuruni lembahan dan menyusuri aliran sungai. Jadi jika hendak kesini sebaiknya bawa sandal, atau jika sudah terlanjur memakai sepatu jalan satu-satunya adalah lepas sepatu.
Namun disinilah letak keseruan menikmati perjalanan menuju curug Nangka.
![]() |
| Jalur aliran sungai, jika penasaran seperti apa trek melintasi sungai, silahkan tonton vidoe dibawah artikel ini |
Setelah menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih 300 meter, seketika mata kita akan dimanjakan dengan keindahan air terjun dengan tinggi kurang lebih 30 meter dengan dinding batu yang hitam. Hal inilah yang membuat curug Nangka ini mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan curug-curug pada umumnya.
Dan juga letaknya yang berada ditengah-tengah hutan di ketinggian 750 mdpl membuat suasana kesejukannya makin terasa.
![]() |
| Selamat datang di Curug Nangka |
![]() |
| Merah putih di curug Nangka |
![]() |
| Cocok mengajak balita |
![]() |
| Memandang curug Nangka |
![]() |
| Batik Binzah @ curug Nangka |
![]() |
| Jangan lupa selfie |
![]() |
| Didepan goa |
Setelah puas menikmati kesejukan curug Nangka, jika masih cukup waktu perjalanan sebaiknya dilanjutkan menuju curug Daun dan Curug Kawung. Masing-masing curug jaraknya tidak begitu jauh. Sekitar 10 menit berjalan kaki.
Curug Daun ini memang tidak terlalu tinggi namun disekitar sini banyak cerukan-cerukan seperti kolam renang alami yang sangcocok untuk mandi dan berenang.
![]() |
| Curug Daun |
![]() |
| Cerukan yang pas buat loncat indah |
Disepanjang jalan kita juga disuguhi pemandangan yang asri yaitu melintasi hutan hujan tropis yang masih cukup rindang dan sepanjang jalur menyusuri aliran sungai. Perlu diketahui curug Daun dan curug Kawung merupakan masih satu aliran sungai dengan curug Nangka.
![]() |
| Jangan lupa makan |
![]() |
| TOP airnya jernih bingiittt... |
![]() |
| Ganti baju jangan lupa foto lagi... hahaa... |
Perjalanan dari curug Daun ke curug Kawung juga memakan waktu tak sampai 10 menit. Namun treknya sedikit menanjak dan cenderung melipir ke punggungan. Namun tetap safety untuk dilewati.
Dan jika telah sampai, tentunya tempat ini sangat cocok untuk bersantai-santai ria. Selain tempatnya teduh disini juga banyak bangku yang pas buat tiduran.
![]() |
| Trek menuju curug Kawung dengan melipir diatas sungai |
![]() |
| Selamat datang di curug Kawung |
![]() |
| Menikmati suasana curug Kawung |
![]() |
| Bersantai-santai ria |
Jika review dan foto-foto diatas kurang bisa memberi gambaran tentang kondisi keadaan disana secara real silahkan tonton video berikut ini:
Atau kunjungi channel youtube kami di https://youtu.be/q-lyFIRH56A
KESIMPULAN
Kelebihan
• tempat wisata ini termasuk masih alami, bahkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tidak banyak perubahan. Suasana masih tetap rindang dan sejuk seperti dulu.
• lokasinya mudah ditempuh dari Jakarta dan kota-kota disekitarnya.
• di satu lokasi wisata ada tiga curug sekaligus yakni curug Nangka, Curug Daun dan Curug Kawung jadi sekali berwisata bisa menemukan tiga spot curug sekaligus.
• fasilitas yang sudah memenuhi standar seperti mushola, warung makan, toilet dll.
• banyaknya kera liar yang sudah agak jinak membuat kesan tersendiri bagi pengunjung. Walaupun sebenarnya memberi makan kepada hewan liar tidak dianjurkan.
• jalur menuju curug Nangka yang masih alami melewati aliran sungai membuat pengunjung merasa adrenalinnya terpacu.
• tempat parkir yang luas dan para penjaga parkirnya yang cekatan membuat kita tak perlu was-was memarkir kendaraan.
• banyak warung yang menyediakan oleh-oleh membuat kita tak perlu bingun membawakan oleh-oleh untuk keluarga dirumah.
Kekurangan
• tarif masuknya yang relatif mahal.
• lokasi wisata ini tergolong sudah mainstream alias bukan wisata kekinian yang sedang ngehits. Jadi artinya saat kita memajang foto kita di curug Nangka ini mungkin sebagian orang-orang tua jaman dulu juga sudah punya foto serupa.
• toilet berbayar, setelah tiket masuk yang sedemikian mahal tetapi didalam area wisata jika kita hendak ke toiletpun masih dipungut bayaran.
• walaupun kehadiran kera-kera liar mampu memberi kesan tersendiri, namun banyak juga kera yang galak dan sering menyerombot barang bawaan pengunjung.
Tips berwisata ke curug Nangka
• masalah transportasi hendaknya menggunakan kendaraan pribadi, karena belum ada angkutan umum yang bisa mengantar kita ke titik lokasi. Kecuali naik ojek yang tentunya memakan biaya makin tinggi
• sebaiknya sebelum berangkat membawa sandal jepit agar saat melewati aliran sungai menuju curug Nangka kita gak perlu telanjang kaki.
• setelah memasuki jalur menuju lokasi hendaknya barang bawaan kita dimasukan ke dalam tas, jangan menenteng barang berharga dalam kantong kresek. Karena pasti akan diincar dan dirampas oleh kera-kera liar.
• persiapkan fisik yang prima karena kita akan melewati jalur yang agak menanjak menuju titik air terjun
• persiapkan uang cash karena disana banyak pedagang makanan kecil Yang tentunya menggoda untuk kita beli. Dan juga untuk jaga-jaga jika kita hendak ke toilet. Karena toilet berbayar.
• jika terjadi hujan sebaiknya bergegas menghindari jalur aliran air. Karena di pegunungan jalur aliran air rawan banjir bandang.
• jangan lupa buang sampah pada tempatnya demi kebersihan dan kenyamanan kita bersama.
Penilaian saya pribadi
Kenyamanan nilai 90
Akses ke lokasi nilai 70
Pelayanan parkir nilai 80
Suasana kesejukan nilai 90
Fasilitas nilai 70
Debit air nilai 60
Kejernihan air nilai 90
Demikianlah review perjalanan saya ke curug Nangka yang ada di daerah Bogor. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berwisata kesana.
Salam traveler mania,
Saya Ahmad Pajali Binzah
*************************************
*************************************
Info Lengkap backpacker ke pulau seribu.
Info Lengkap Wisata Sibiting, Batang.
Info Lengkap Curug Bajing, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Sibiting, Batang.
Info Lengkap Curug Bajing, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Blanten, Pekalongan.
Info Lengkap Curug Madu, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Hutan Mangrove, Pekalongan.
Info Lengkap Curug Madu, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Hutan Mangrove, Pekalongan.
*****
Baca juga cerpen tentang petualangan:
Saat saya masih remaja, sebelum tahun 2000an, saat saya kedatangan tamu baik teman, sahabat ataupun saudara dan kerabat dari luar kota, saya pasti bingung mau diajak jalan-jalan kemana biar gak jenuh di Pekalongan.
Yaa pada masa itu Pekalongan baik kabupaten maupun Pekalongan kota, untuk tujuan wisata sangat minim. Paling Linggo Asri, pantai Boom, dan wisata kuliner khas Pekalongan. Sementara wisata belanja seperti Pasar Grosir Setono, IBC Wiradesa dan pasar-pasar batik lainnya waktu itu belum ada.
Jadi bisa dibayangkan jika jaman itu kedatangan tamu dari luar kota dan mereka ingin sekedar jalan-jalan ke tempat wisata.
Seperti apa kebingungan kita saat itu?
Masa mau diajak ke Linggo Asri, sementara waktu itu Longgo Asri belum sekomplit sekarang.
Paling saya ajak ke pantai Boom dan malamnya saya ajak makan ke warung lesehan Sego Megono.
*****
Tapi itu cerita dulu, sekarang justru saya sangat antusias jika ada teman atau saudara yang ingin diperkenalkan dengan wisata Pekalongan dan Sekitarnya.
Yaa, saat ini lokasi wisata sudah mulai kekinian, alias gehits dan asyik untuk dikunjungi. Mulai dari Petungkriyono, Linggo Asri, Lebakbarang, Lolong, Kandangserang, Talun, dll, bahkan di kota Pekalongannya juga mulai bebenah dalam dunia pariwisata, mulai pasar grosir batik, alun-akun, lapangan Mataram dan tentunya yang masih cukup baru dan lagi ngehits dikalangan anak muda yaitu Mangrove park Pekalongan alias wisata hutan mangrove Pekalongan.
Oke untuk kali ini saya ingin mengexplore lokasi wisata yang masih sangat ngehits ini. Mari kita mulai reviewnya.
Untuk mencapai lokasi ini terlebih dahulu kita ke pusat keramaian kota Pekalongan. Lalu dari sini kita menuju ke arah simpang lima Pekalongan, kalau bingung Simpang Lima itu dimana pokoknya ancer-ancernya deket Museum Batik Pekalongan.
![]() |
| Museum Batik dan Masjid Al-Ikhlas Pekalongan |
Dari Simpang Lima ini kita ambil yang ke arah kampus STAIN Pekalongan, nanti sebelum kompleks kampus akan ada papan petunjuk lokasi Mangrove Park Pekalongan ke arah barat, ikuti saja jalan itu terus, hingga sekitar 15 menit terhitung dari Simpang lima kita akan sampai di gerbang wisata Mangrove Park Pekalongan yang letaknya ada di sebelah kiri jalan, alias sebelah barat. Atau sekitar 200 meter dari bibir pantai. Jadi artinya jika kita sampai mentok di bibir pantai berarti kita sudah kebablasan. Hahaa...
![]() |
| Gerbang Mangrove Park Pekalongan |
Oke, kita lanjut lagi reviewnya.
Setelah sampai di gerbang Mangrove Park ini, kita masuk dan parkir kendaraan kita yang ada di sebelah kiri jalan tepat setelah memasuki gerbang. Cukup membayar uang sebesar Rp 2.000,- untuk motor dan sebesar Rp 5.000,- untuk mobil kita bisa menikmati keindahan hutan mangrove Pekalongan ini. Yang artinya gak ada tiket masuk atau pungutan apapun selain biaya parkir.
![]() |
| Area Parkir di sebelah kiri jalan |
Setelah kita parkir kendaraan kita, perjalanan dilanjutkan masuk menuju area taman Mangrove ini, disini terdapat jembatan yang panjang membentang diatas rawa yang disekitarnya terdapat deretan hutan mangrove, kita juga bisa menikmati sensasi melintasi deretan hutan mangrove ini di atas air dengan perahu boat khusus dengan tarif hanya Rp 10.000,-/orang.
Dan menurut pengalaman saya mengajak anak balita dibawah umur tiga tahun, belum dikenakan tarif alias masih gratiss.
Oke seperti apa nuansa keindahan taman Mangrove ini, yuukk simak foto-foto yang saya lampirkan dibawah ini:
Demikian review saya tentang wisata Mangrove Park Pekalongan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkunjung kesana. Jika ada yang perlu ditanyakan, silahkan tulis dikolom komentar. Yang tentunya pasti saya jawab sesuai kapasitas saya. Terimakasih.
Selamat Bertualang dan salam traveling mania...
Saya Ahmad Pajali Binzah
************************************
************************************
Info Lengkap Curug Blanten, Pekalongan.
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Wisata Curug Madu, Doro
Info Lengkap Kedung Sipingit, Petungkriyono.
Info Lengkap Curug Lawe, Petungkriyono.
Info Lengkap Wisata Watu Bahan, Pekalongan.
Info Lengkap Wisata Curug Madu, Doro
*****
Baca juga cerpen tentang petualangan:
























































